Pike Bertahan Meski 2 Kali Suntik Mati, Ini Ucapannya Sebelum Eksekusi

49 menit yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Terpidana mati dari Tennesse, Amerika Serikat, Christa Pike, tetap hidup meski dua kali menjalani eksekusi suntik mati.

Setelah masuk ke rumah sakit dan menjalani perawatan, Pike dikembalikan ke penjara. Tidak ada penjelasan apakah perempuan 50 tahun ini akan dihukum mati ulang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, saat berada di ruang eksekusi yang disaksikan sejumlah orang termasuk pengacaranya, kondisi Pike disebut tenang bahkan sopan. Pengacara Pike, Randy Spivey, yang juga saksi di ruang eksekusi, menceritakan percakapan antara kliennya dan para algojo yang diberi tugas menyuntik mati.

Butuh lebih dari satu jam untuk memasang dua jalur infus intravena yang akan digunakan untuk menyuntik Christa Pike dengan dosis besar obat penenang pentobarbital yang biasanya mematikan. Dan selama waktu itu, Pike disebut melakukan segala yang bisa untuk membantu para petugas eksekusi dalam menjalankan tugasnya.

"Tolong coba di sini," katanya berulang kali kepada tim eksekusi Tennessee, sambil menunjuk ke bagian-bagian tubuhnya yang menurutnya mungkin terdapat pembuluh darah saat mereka berulang kali menusuknya dengan jarum. "Tolong coba di sini, saya rasa tidak apa-apa. Tolong coba di bahu saya, lebih tinggi," kata Pike dengan tenang, dikutip dari The Guardian.

Ketika tim akhirnya berhasil membuat apa yang mereka anggap sebagai jalur yang berfungsi, eksekusi pun dapat dilanjutkan. Saat itu Pike sengaja mengucapkan terima kasih kepada para petugas.

[Gambas:Video CNN]

"Nona Pike baik hati, dan dia kooperatif," kata pengacaranya, Randy Spivey.

Menurut Spivey, Pike ketika itu terdengar "menangis, merintih, dan bernapas keras". Wartawan yang hadir di ruang sidang juga mendengarnya bernapas dan mendengkur keras.

Pike, yang dijatuhi hukuman mati karena pembunuhan Colleen Slemmer, teman sekelasnya, pada tahun 1995 saat ia berusia 18 tahun, tetap hidup setelah eksekusi gagal. Dia adalah satu-satunya orang yang pernah selamat dari eksekusi suntik mati sepenuhnya.

Pike secara luar biasa sadar kembali. Ia sekarang mampu berbicara dan berjalan di sekitar ruangan, kata pengacaranya.

Dalam komentarnya kepada wartawan, Spivey mengatakan bahwa ia dihantui oleh eksekusi yang gagal dan mengerikan itu. "Apa yang saya lihat bukanlah sesuatu yang seharusnya terjadi lagi. Itu dilakukan atas nama kita semua."

Kuasa hukum Pike sebelum ini sempat meminta kliennya dihukum penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat karena kondisi medis yang diidap Pike. Pike mengidap trombositosis, kondisi ketika jumlah trombosit (keping darah) terlalu tinggi di dalam darah. Hal ini bisa mengakibatkan darah mudah menggumpal dan menyumbat pembuluh darah.

Tim pengacara Pike telah memperingatkan bahwa jika gumpalan darah terbentuk di tempat suntikan, hal itu bisa menghalangi zat kimia masuk ke dalam pembuluh darahnya. Namun, masih belum jelas apakah Pike memiliki masalah kesehatan jangka panjang setelah ini.

Saat ini, penyelidikan sedang dilakukan untuk mengetahui penyebab Pike lolos dari maut. Sementara itu, Komisaris Departemen Pemasyarakatan Tennessee, Frank Strada, mengundurkan diri menyusul peristiwa ini.

(bac)

Baca Artikel Selengkapnya