Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah perusahaan ritel menyatakan penjualan penjernih udara dan pendingin udara (air conditioner) meningkat saat kabut asap melanda Singapura dalam beberapa waktu terakhir.
Perusahaan Courts melaporkan tingkat penjualan penjernih udara meningkat 600 persen dan AC meningkat 50 persen pada periode 28 September hingga 12 Oktober.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Staf penjualan di toko dan tim layanan pelanggan online kami melihat peningkatan signifikan dalam pertanyaan, dengan pelanggan sering meminta rekomendasi berdasarkan area cakupan ruangan, masa pakai filter dan frekuensi penggantian, efisiensi energi, dan unit multifungsi," demikian pernyataan Court pada Senin (12/10), dikutip Straits Times.
Meski permintaan terus meningkat, Courts menyatakan punya stok yang cukup di 12 outlet dan platform penjualan online mereka.
Toko ritel lain, Gain City, menyatakan telah melihat peningkatan signifikan dalam permintaan alat pembersih udara seiring kabut asap yang memburuk.
Pemintaan AC dan air purifier itu mulai meningkat dalam beberapa pekan dan melonjak sangat drastis sejak 9 Oktober. Gain City menyatakan penjualan meningkat 9 kali lipat dibanding pada Agustus lalu.
"[Kami telah melihat] peningkatan yang baik dalam penjualan online," demikian pernyataan perusahaan itu.
Gain City juga mencatat beberapa pelanggan membeli dan mengambil alat penjernih udara mereka di toko daripada menunggu pengiriman.
Pada 10 dan 11 Oktober, mereka menyatakan permintaan pembelian "sangat kuat" dan beberapa model bahkan ludes. Konsumen sampai-sampai membeli produk yang ada display agar bisa langsung dibawa pulang.
Pekan lalu, kualitas udara di Singapura memburuk buntut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia terutama Sumatra dan Kalimantan.
Kualitas udara Singapura di angka 101 hingga 200 dan masuk kategori angka tak sehat.
(isa/bac)

1 jam yang lalu
6






English (US) ·
Indonesian (ID) ·