Jakarta (ANTARA) - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mendorong perluasan penempatan pekerja migran Indonesia di Uni Emirat Arab (UEA), khususnya pada sektor hospitality dan pekerjaan terampil.
"Kami ingin penempatan pekerja migran ke UEA tidak hanya meningkat dari sisi jumlah, tetapi juga kualitas, kompetensi, dan perlindungannya," kata Mukhtarudin dalam pertemuan dengan Dubes RI untuk UEA Judha Nugraha dan Konjen RI Dubai Denny Lesmana di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Rabu, sebagaimana keterangan KP2MI.
Mukhtarudin mengatakan UEA masih menjadi salah satu negara tujuan yang memiliki peluang penempatan pekerja migran, terutama di sektor hospitality, manufaktur, dan pengelasan.
Berdasarkan data Kementerian P2MI, pada periode Januari 2025 hingga 13 Oktober 2026, pemerintah telah memfasilitasi 2.074 layanan penempatan PMI ke UEA. Dari jumlah tersebut, 1.927 pekerja migran tercatat masih memiliki kontrak kerja aktif.
Menurut Mukhtarudin, peluang tersebut perlu dioptimalkan dengan memperkuat koordinasi antara pemerintah Indonesia dan perwakilan RI di UEA, termasuk memastikan kebutuhan tenaga kerja yang ditawarkan sesuai dengan permintaan pemberi kerja dan ketentuan yang berlaku.
"Setiap peluang kerja harus dipastikan melalui mekanisme resmi agar pekerja mendapatkan kepastian kerja dan hak-haknya terlindungi," kata Mukhtarudin.
Pemerintah, katanya, juga menjajaki peluang penempatan pada pengguna tenaga kerja lainnya di UEA.
Langkah tersebut akan didukung melalui business matching yang mempertemukan pemberi kerja, Kementerian P2MI, Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), sekolah dan perguruan tinggi pariwisata, serta jejaring profesional Indonesia.
Menteri Mukhtarudin mendorong penguatan diplomasi ketenagakerjaan yang terintegrasi dengan sektor hospitality atau gastro-labor diplomacy.
"Pendekatan ini dapat membuka akses pasar kerja sekaligus memperluas kesempatan pekerja migran Indonesia yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri di negara tujuan," imbuh Menteri.
Untuk mendukung upaya tersebut, Kementerian P2MI meminta dukungan Kedutaan Besar RI di UEA, terutama melalui penguatan fungsi Atase Ketenagakerjaan sebagai sumber informasi pasar kerja dan penghubung dengan otoritas setempat.
Validasi job order melalui kanal konfirmasi resmi dinilai penting untuk memastikan keabsahan lowongan dan kebutuhan tenaga kerja.
Sementara itu, Duta Besar RI untuk UEA Judha Nugraha diharapkan dapat memperkuat diplomasi ketenagakerjaan dan koordinasi dengan otoritas setempat guna membuka akses pasar kerja formal bagi Pekerja Migran Indonesia.
Dukungan tersebut juga diperlukan untuk memastikan validitas permintaan tenaga kerja, memperluas peluang penempatan sektor terampil, serta memperkuat sistem pelindungan pekerja migran di UEA.
"Kami siap memperkuat koordinasi dengan Kementerian P2MI dan otoritas terkait di UEA untuk mengoptimalkan peluang kerja bagi Pekerja Migran," kata Judha.
"Validasi kebutuhan tenaga kerja dan penguatan diplomasi ketenagakerjaan menjadi bagian penting untuk memastikan penempatan berjalan sesuai prosedur serta memberikan pelindungan bagi pekerja migran Indonesia," imbuhnya.
Sementara itu, Konsul Jenderal RI di Dubai Denny Lesmana menegaskan pentingnya sinergi dalam mengidentifikasi peluang kerja dan memastikan proses penempatan pekerja migran berlangsung melalui mekanisme resmi.
"Kami akan terus mengoptimalkan peran Konsulat Jenderal RI di Dubai dalam mengidentifikasi peluang kerja, memperkuat komunikasi dengan pemberi kerja, serta memberikan pelayanan dan pelindungan kepada pekerja migran," katanya.
"Kami berharap peluang di sektor hospitality dan sektor terampil lainnya dapat dimanfaatkan dengan tetap mengutamakan kompetensi, kepastian kerja, dan pemenuhan hak-hak pekerja migran Indonesia," imbuh Denny.
Melalui penguatan koordinasi dengan Dubes RI untuk UEA dan Konsul Jenderal RI di Dubai, Kementerian P2MI berharap peluang penempatan pekerja migran Indonesia dapat diperluas secara terukur, dengan mengutamakan kompetensi, kepastian kerja, dan pelindungan.
Sinergi kedua pihak diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah penempatan, tetapi juga mendorong lebih banyak pekerja migran terampil dan profesional memasuki pasar kerja UEA melalui jalur resmi, aman, dan sesuai kebutuhan pemberi kerja.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·