Jakarta, CNN Indonesia --
Jelang pidato di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendapat kritik keras dari Senator Amerika Serikat Chris Van Hollen.
Hollen menyebut Netanyahu sebagai "pembohong kronis" atau tukang bohong.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kecaman tersebut muncul setelah Netanyahu merilis video yang menyerang Wali Kota New York Zohran Mamdani. Dalam video itu, Netanyahu menuduh Mamdani mendukung Hamas dan menghasut kekerasan terhadap warga Yahudi di New York.
"Saya baru saja menonton video yang dirilis oleh Perdana Menteri Netanyahu tentang Wali Kota Mamdani," kata Hollen, seperti dilaporkan Anadolu, Selasa (22/9).
"Hal pertama yang harus diketahui semua orang adalah bahwa Perdana Menteri Netanyahu adalah pembohong kronis. Dia terus berbohong," ujarnya.
Ia kemudian menyinggung surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Netanyahu.
Hollen menyebut Netanyahu sebagai "penjahat perang yang paling dicari."
Pada November 2024, ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel saat itu, Yoav Gallant. Keduanya dituduh bertanggung jawab atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam konflik Gaza.
Israel menolak yurisdiksi ICC dan membantah tuduhan tersebut.
Hollen juga menuduh pemerintahan Netanyahu tidak memberikan pertanggungjawaban atas kematian warga negara AS di Tepi Barat.
"Saat ini, dia menolak untuk memberikan pertanggungjawaban dan keadilan bagi warga negara Amerika yang tewas di Tepi Barat akibat kekerasan yang dilakukan oleh pemukim Israel atau pasukan keamanan Israel," kata Hollen.
Menurut Hollen, surat perintah ICC membuat Netanyahu menghadapi risiko pembatasan perjalanan di sejumlah negara.
"Ada banyak negara yang tidak mengizinkannya melintasi perbatasan mereka," ujarnya.
Hollen mengatakan Netanyahu "beruntung" karena masih dapat memasuki AS. Namun, menurutnya, izin tersebut tidak menghapus tuduhan dan kritik terhadap Netanyahu.
"Perdana menteri beruntung karena Amerika Serikat mengizinkannya melintasi perbatasan kita, tetapi itu tidak menghapus kebohongannya, dan itu tidak menghapus kejahatan perangnya," kata Hollen.
Netanyahu kemudian mengatakan akan menggunakan pidatonya di PBB mendatang untuk merespons kritik Mamdani sekaligus membela tindakan militer Israel.
(mge/bac)

52 menit yang lalu
2





English (US) ·
Indonesian (ID) ·