Jakarta, CNN Indonesia --
Mufti Agung Arab Saudi, Sheikh Saleh bin Fawzan Al Fawzan, menyerukan kepada para tentara kerajaan untuk siap mengorbankan nyawa dalam menghadapi kelompok Houthi yang didukung Iran.
Seruan tersebut disampaikan melalui pernyataan yang dimuat kantor berita pemerintah Saudi pada Kamis (24/9). Pesan itu ditujukan khusus kepada para prajurit yang bertugas di wilayah perbatasan Saudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Al Fawzan meminta para tentara menjalankan tugas mereka untuk mempertahankan wilayah Saudi.
"Melindungi bangsa besar ini dan menghukum siapa pun yang berusaha menyentuh bahkan sejengkal pun wilayahnya adalah salah satu tugas terbesar dan tindakan pengabdian yang paling mulia, yang untuknya nyawa dan jiwa dapat dikorbankan dalam mencari keridhaan Tuhan," demikian isi pernyataan tersebut.
Dalam pesannya, Al Fawzan banyak mengutip ayat Al Quran dan sabda Nabi Muhammad mengenai pengorbanan serta perjuangan dalam membela Tuhan.
Ia juga menegaskan bahwa mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan didukung Saudi untuk menguasai seluruh wilayah negara itu merupakan "salah satu kewajiban yang paling mendesak".
Seruan tersebut muncul setelah beberapa pekan terakhir terjadi peningkatan kekerasan antara Saudi dan Houthi. Kelompok yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman itu melancarkan serangkaian serangan rudal dan drone ke wilayah Saudi.
Saudi kemudian membalas serangan tersebut dengan melancarkan serangan udara terhadap posisi Houthi di Yaman.
Para pengamat mempertanyakan mengenai kemungkinan Saudi memperluas operasi militernya bersama pasukan pemerintah Yaman yang menjadi sekutunya.
Pasukan pemerintah Yaman kehilangan kendali atas jalur pelayaran strategis Bab El Mandeb sekitar dua pekan lalu. Kondisi tersebut menjadi pukulan bagi Saudi yang telah terlibat dalam konflik Yaman sejak 2015.
Saat itu, Saudi memimpin operasi militer untuk membantu pemerintah Yaman dan berupaya menggulingkan Houthi dari ibu kota Sanaa. Namun, kelompok tersebut tetap mempertahankan kendali atas sebagian besar wilayah utara Yaman.
Konflik terbaru menjadi bagian dari perang saudara Yaman yang telah berlangsung selama sekitar 12 tahun.
Pertempuran sebagian besar mereda sejak gencatan senjata pada 2022, tetapi kekerasan kembali meningkat dalam beberapa waktu terakhir dan dikaitkan dengan konflik yang lebih luas antara Iran dan negara-negara di kawasan.
Dalam pernyataannya, Al Fawzan juga mendoakan agar Saudi dan Yaman terlindungi dari berbagai ancaman serta meminta kemenangan atas Houthi dan pihak-pihak yang mendukung kelompok tersebut.
"Kami memohon kepada Allah Yang Maha Kuasa untuk memberikan dukungan-Nya kepada kalian semua, dan untuk melindungi negara kami dan Yaman tercinta dari segala bahaya. Kami juga memohon kepada-Nya untuk mewujudkan kekalahan total kelompok Houthi dan mereka yang membantu dan mendukungnya," demikian pernyataan tersebut.
Pesan Al Fawzan juga memperkuat penggunaan narasi keagamaan oleh otoritas Saudi dalam menghadapi Houthi.
Dalam beberapa pekan terakhir, televisi pemerintah Saudi menayangkan rekaman yang disebut menunjukkan serangan Houthi terhadap sebuah masjid di bagian selatan negara itu.
Otoritas Saudi juga menuduh kelompok tersebut pernah melancarkan serangan ke arah Mekah, kota yang menjadi situs paling suci dalam Islam.
Al Fawzan kemudian meminta para tentara yang bertugas di garis depan untuk terus menjalankan kewajiban mereka.
"Adalah kewajiban bagi kalian, saudara-saudara yang bertugas di garis depan, untuk selalu siap sedia melaksanakan tugas, menaati penguasa dan komandan lapangan, serta melaksanakan perintah dengan ketelitian maksimal, sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT kepada para sahabat Nabi-Nya," demikian bunyi pernyataan tersebut.
"Anda mengikuti jejak para sahabat Nabi, membela tempat-tempat suci umat Muslim," tambahnya.
(mge/rds)

1 jam yang lalu
2






English (US) ·
Indonesian (ID) ·