Misi PBB Cap AS Lakukan Kejahatan Perang di Iran

57 menit yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Misi Pencari Fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan Amerika Serikat telah melakukan kejahatan perang dengan melancarkan serangan ke Iran pada Februari hingga memicu peperangan hingga hari ini.

Setidaknya ada dua serangan AS ke Iran yang dinilai The Independent International Fact-Finding Mission on the Islamic Republic of Iran masuk kriteria kejahatan perang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua serangan AS itu adalah serangan ke sekolah dasar di Minab dan serangan AS ke kompleks olah raga di Lamerd, Iran.

Misi pencari fakta PBB di Iran ini telah memberikan hasil penyelidikannya ke Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB yang telah berlangsung selama beberapa bulan.

Dikutip Al Jazeera, lembaga ini menyimpulkan bahwa ada sejumlah alasan yang berdasar untuk meyakini bahwa AS telah melakukan kejahatan yang serampangan di Iran.

Meski Israel dan AS tidak memberikan akses apa pun terhadap para personel militer dan juga tak merespons permintaan soal informasi dan konfirmasi, para tim penyelidik PBB mendasari investigasi melalui foto-foto citra satelit, video yang terverifikasi, analisis senjata, kesaksian sumber-sumber di Iran, dan organisasi independen.

"Misi pencari fakta menyimpulkan bahwa ketika mengidentifikasi serangan AS terhadap SD di Minab, di mana tampak jelas keberadaan penduduk sipil, militer AS gagal melakukan kewajibannya untuk meverifikasi apakah itu memang tujuan militer mereka," kata laporan tim PBB tersebut.

Dalam serangan di Minab, di hari pertama perang pecah, militer AS melancarkan serang ke sebuah fasilitas angkatan laut IRGC yang ikut terkena sebuah sekolah dasar.

Sekolah tersebut terletak hanya 72 meter dari markas IRGC tersebut. Serangan ini menewaskan 156 orang, termasuk 120 murid dan 26 guru perempuan.

Sementara itu, di hari yang sama, AS juga melancarkan serangan ke sebuah kompleks olahraga Shahid Haj Khalil Naimi Cultural and Sport Complex di Lamerd, Provinsi Fars.

Sebanyak 22 orang termasuk empat orang anak tewas dalam serangan itu. Sementara itu, setidaknya 100 orang ikut terluka dalam serangan itu.

(rds)

Baca Artikel Selengkapnya