Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Transportasi Spanyol, Óscar Puente, mengundurkan diri setelah kecelakaan kereta api yang menewaskan 69 orang pekan lalu.
Ia juga menarik diri dari pencalonan dalam pemilihan legislatif dini yang dijadwalkan berlangsung pada 29 November mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puente mengumumkan pengunduran dirinya dalam sidang parlemen pada Selasa (3/11). Keputusan tersebut diambil setelah ia berulang kali mendapat desakan dari oposisi sayap kanan dan serikat pekerja untuk mundur.
"Saya ingin memberitahukan kepada Anda bahwa saya tidak hanya mengundurkan diri dari jabatan saya sebagai menteri transportasi, tetapi saya juga menarik nama saya dari daftar calon untuk pemilihan legislatif dini pada tanggal 29 November," kata Puente, seperti dilaporkan The Guardian.
Beberapa jam sebelumnya, Puente sempat memaparkan sejumlah langkah untuk meningkatkan keselamatan jaringan kereta api Spanyol. Ia berjanji pemerintah akan bekerja keras untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta berkecepatan tinggi.
Kecelakaan terjadi ketika kereta milik perusahaan negara Renfe menabrak bagian belakang kereta yang sedang berhenti milik operator swasta, Iryo, pada Rabu (28/10). Insiden itu berlangsung di dekat Desa Urda, sekitar 80 mil di selatan Madrid.
Investigasi awal menunjukkan sistem keselamatan otomatis gagal menghentikan seluruh kereta di jalur sepanjang 39 mil. Namun, pusat kendali tetap mengizinkan kereta Renfe melanjutkan perjalanan.
Insiden tersebut memicu kritik terhadap pengelolaan keselamatan dan kondisi jaringan kereta api Spanyol. Oposisi dan serikat pekerja juga mengkritik Puente karena dinilai menyalahkan operator pusat kendali atas kecelakaan tersebut.
Menanggapi persoalan itu, Puente mengumumkan rencana pengembangan perangkat lunak yang dapat memberikan peringatan otomatis apabila mendeteksi anomali lalu lintas kereta.
Pemerintah juga berencana menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengawasi sistem dan mengurangi risiko kesalahan manusia.
Selain itu, keputusan penting yang diambil operator pusat kendali ketika sistem keselamatan otomatis tidak berfungsi nantinya harus mendapat konfirmasi dari operator kedua.
Pemerintah juga akan mereformasi kondisi kerja operator pusat kendali, termasuk mengatur waktu istirahat dan memantau tingkat kelelahan mereka.
Puente turut mengumumkan bantuan sebesar 30 juta euro atau Rp612 miliar untuk keluarga korban meninggal dan puluhan korban luka.
Serikat pengemudi kereta Semaf telah mengumumkan rencana mogok kerja pada 10 dan 12 November. Mereka memprotes memburuknya kondisi kerja dan sistem keselamatan "yang buruk".
Kecelakaan pekan lalu bukan satu-satunya tragedi kereta yang terjadi di Spanyol tahun ini. Pada Januari, tabrakan di wilayah Andalusia menewaskan 46 orang di jalur utama yang menghubungkan Madrid dan Sevilla.
(mge/rds)

1 jam yang lalu
2






English (US) ·
Indonesian (ID) ·