Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, melantik Arrmanatha Nasir sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) RI yang baru pada Kamis (1/10).
Selama menjadi diplomat, Arrmanatha pernah ditunjuk sebagai penasihat ekonomi untuk Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-65 pada 2010-2011.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo hari ini menunjuk Arrmanatha untuk menggantikan Sugiono dalam perombakan Kabinet Merah Putih. Dalam perombakan yang sama, Prabowo mengangkat Sugiono sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).
Arrmanatha dilantik bersama 16 pejabat lainnya di Istana Negara, Kamis (1/10) siang. Ia mengucapkan sumpah jabatan.
"Saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," kata Arrmanatha saat pelantikan.
Sebelum menjabat sebagai Menlu, Arrmanatha merupakan Wakil Menteri Luar Negeri dalam Kabinet Merah Putih sejak Oktober 2024 bersama dua wamenlu lainnya yakni Muhammad Anis Matta dan Arif Havas Oegroseno. Ia juga pernah menjabat sebagai Juru Bicara Kemlu RI di bawah kepemimpinan Retno Marsudi.
Arrmanatha merupakan diplomat karier yang telah menjalani berbagai penugasan di dalam dan luar negeri.
Pada 2008-2012, Arrmanatha mendapat penugasan di Perutusan Tetap RI untuk PBB di New York. Selama bertugas di sana, ia menjalankan peran sebagai Sekretaris Pertama dan penasihat ekonomi bagi Presiden Majelis Umum Perserikatan PBB ke-65 pada 2010-2011.
(mge/dna)

1 jam yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·