KwaZulu Natal (ANTARA) - Afrika Selatan telah mencapai kemajuan yang menggembirakan dalam mengurangi perburuan badak, tetapi perubahan jaringan kriminal, meningkatnya tekanan lingkungan, dan tingginya biaya konservasi terus mengancam kelangsungan hidup jangka panjang spesies itu, seperti disampaikan seorang pakar konservasi menjelang peringatan Hari Badak Sedunia, yang jatuh pada 22 September setiap tahunnya.
Seorang petugas taman melakukan patroli menggunakan drone di Taman Hluhluwe-iMfolozi di Provinsi KwaZulu-Natal, Afrika Selatan, pada 19 Agustus 2026. (Xinhua/Chen Wei)
Para petugas taman berpartisipasi dalam operasi pemotongan cula badak putih di Taman Hluhluwe-iMfolozi di Provinsi KwaZulu-Natal, Afrika Selatan, pada 19 Agustus 2026. (Xinhua/Chen Wei)
Seorang petugas taman dan seekor badak putih terlihat di Taman Hluhluwe-iMfolozi di Provinsi KwaZulu-Natal, Afrika Selatan, pada 19 Agustus 2026. (Xinhua/Chen Wei)
Foto yang diabadikan pada 19 Agustus 2026 ini menunjukkan seekor badak putih di Taman Hluhluwe-iMfolozi di Provinsi KwaZulu-Natal, Afrika Selatan. (Xinhua/Chen Wei)
Seorang petugas taman berpartisipasi dalam operasi pemotongan cula badak putih di Taman Hluhluwe-iMfolozi di Provinsi KwaZulu-Natal, Afrika Selatan, pada 19 Agustus 2026. (Xinhua/Chen Wei)
Petugas taman berpartisipasi dalam operasi pemotongan cula badak putih di Taman Hluhluwe-iMfolozi di Provinsi KwaZulu-Natal, Afrika Selatan, pada 19 Agustus 2026. (Xinhua/Chen Wei)Pewarta: Xinhua
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·