Mengapa Houthi Menyerang Bandara Riyadh dan Rudalnya Mampu Menembus Pertahanan Saudi?

1 jam yang lalu 2

Serangan Houthi ke Bandara di Saudi di Riyadh, Sabtu (10/10/2026).. Serangan menewaskan setidaknya 14 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH — Serangan rudal yang diluncurkan kelompok Houthi dari Yaman menghantam Bandara Internasional Riyadh pada Sabtu(10/10/2026) lalu, menewaskan 13 orang dan melukai ratusan lainnya. Pada Ahad, serangan susulan kembali memakan korban jiwa dengan satu orang tewas dan hampir lusinan korban lainnya mengalami luka-luka.

Serangan oleh kelompok yang disokong Iran tersebut menjadi eskalasi terbesar dalam kampanye militer mereka terhadap bandara, fasilitas minyak, dan kapal tanker Arab Saudi dalam beberapa pekan terakhir.

Meski serangan tersebut tampak terbatas di Semenanjung Arab, dampaknya berpotensi memicu konsekuensi global. Eskalasi ini dikhawatirkan dapat mendorong kenaikan harga bahan bakar yang pada gilirannya memicu inflasi internasional, dilansir dari laman The Guardian.

Dinamika konflik wilayah Teluk

Momentum serangan Houthi ini dinilai sebagian bersifat oportunistis, tetapi juga berakar kuat pada dinamika konflik di seluruh wilayah Teluk.

Kelompok Houthi awalnya memilih tidak terlibat langsung dalam konflik yang diprakarsai Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada awal tahun ini. Namun, bulan lalu, milisi yang menguasai sebagian wilayah Yaman ini merebut wilayah-wilayah strategis dan secara de facto menguasai Selat Bab al-Mandab, jalur pelayaran vital Laut Merah bagi ekspor minyak dan gas dari kawasan tersebut.

Pasukan Yaman bersama sekutu lokalnya melancarkan serangan balasan besar-besaran pekan lalu untuk memukul mundur Houthi dari Bab al-Mandab, sekaligus menggempur posisi-posisi Houthi lainnya.

Arab Saudi menjadi sasaran utama Houthi karena dukungannya terhadap pemerintah Yaman yang diakui PBB. Serangan terhadap target-target bernilai tinggi di Kerajaan—seperti infrastruktur minyak dan bandara ibu kota yang menjadi simbol integrasi internasional serta masa depan ekonominya—memperlihatkan secara jelas besarnya dampak dari pilihan strategis Riyadh.

Baca Artikel Selengkapnya