Mahasiswa Rembang Galang Solidaritas untuk Warga Korban Karhutla

2 jam yang lalu 2

Rembang, NU Online

Komunitas literasi bersama gabungan organisasi mahasiswa di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, menggelar aksi solidaritas untuk membantu masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Penggalangan dana berlangsung selama 16 hari dan hasilnya disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PWNU Kalimantan Barat.


Memes, mahasiswa Universitas YPPI Rembang (UYR), menilai karhutla di Kalimantan menimbulkan dampak besar bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.


“Asap dari kebakaran bisa menyebabkan gangguan pernapasan, aktivitas sehari-hari terganggu, anak-anak kesulitan bersekolah, bahkan masyarakat bisa kehilangan mata pencarian,” ungkap Memes kepada NU Online, Selasa (3/11/2026).


Sementara itu, Pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Kamal (STAIKA) Sarang, Wahdatin Nisa, menilai penanganan pemerintah terhadap karhutla masih cenderung reaktif.


“Artinya, mereka lebih banyak bergerak ketika kebakaran sudah terjadi daripada serius mencegahnya sejak awal. Memang sudah ada upaya pencegahan, seperti patroli dan sosialisasi, tetapi pelaksanaannya belum maksimal,” kata Nisa’ kepada NU Online, Selasa (3/11/2026).


LAZISNU PWNU Kalbar Salurkan Bantuan

Sementara itu, Ketua LAZISNU PWNU Kalimantan Barat, Kholiq, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi masyarakat dan mengidentifikasi kebutuhan mendesak di lapangan. Menurutnya, kabut asap akibat karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, melainkan juga persoalan kemanusiaan karena berdampak langsung terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.


“Sebagai lembaga filantropi Nahdlatul Ulama, LAZISNU PWNU Kalbar merasa memiliki tanggung jawab moral untuk hadir membantu masyarakat yang terdampak, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat kurang mampu,” ungkapnya.


Ia menjelaskan, sejumlah langkah kemanusiaan telah dilakukan, antara lain penggalangan donasi, penyaluran air bersih, air minum, masker, sembako, serta kebutuhan darurat lainnya.


“Selain bantuan langsung, kami juga membangun komunikasi dan mengajak berbagai elemen masyarakat, komunitas, organisasi mahasiswa, serta para donatur untuk bersama-sama membantu masyarakat terdampak,” tegasnya.


LAZISNU PWNU Kalbar juga merencanakan program pemulihan pascakarhutla melalui kegiatan penanaman pohon dan edukasi lingkungan di sekolah-sekolah. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan.


Kholiq menyebutkan, perhatian LAZISNU PWNU Kalbar terutama tertuju pada sejumlah wilayah terdampak di Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Kubu Raya. Beberapa desa yang menjadi perhatian antara lain Simpang Kanan, Pasak, Pasak Piang, Bengkarek, Puguk, dan Sungai Malaya.


Menurutnya, bantuan juga diarahkan kepada masyarakat di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan akses terhadap bantuan dan fasilitas air bersih.


LAZISNU PWNU Kalbar mulai menggerakkan aksi kemanusiaan sejak Agustus 2026, ketika dampak karhutla dan kekeringan mulai dirasakan masyarakat. Pada 15 Agustus 2026, lembaga tersebut memulai penggalangan bantuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan air minum, khususnya bagi masyarakat serta pesantren yang mengalami kesulitan air.


Ia menambahkan, kebutuhan perlindungan kesehatan bagi kelompok rentan menjadi perhatian serius LAZISNU PWNU Kalbar. Kelompok tersebut meliputi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan kondisi kesehatan rentan.


“Kebutuhan perlindungan kesehatan bagi kelompok rentan menjadi perhatian serius kami. Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki kondisi kesehatan rentan membutuhkan perhatian lebih ketika kualitas udara memburuk,” tandasnya.

Baca Artikel Selengkapnya