Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Prancis Emmanuel Macron bakal menemui perwakilan siswa di Istana Élysée pada Kamis (23/10) usai demonstrasi di negara itu berujung rusuh.
Media Prancis Riviera Radio melaporkan pertemuan tersebut akan dilakukan pada Kamis sore pukul 15.00 waktu setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Istana Élysée menyebut anggota asosiasi mahasiswa terkemuka dan Conseils académiques de la vie lycéenne (CAVL) selaku lembaga perwakilan dan konsultasi siswa akan hadir dalam pertemuan.
Macron disebut ingin mendengar langsung tuntutan dan keresahan mereka, terutama karena ketegangan masih tinggi menyusul kerusuhan selama demo akhir pekan lalu.
Presiden organisasi mahasiswa Renouveau lycéen, Nathanaël Combary, menyambut baik kesempatan untuk bertemu dengan Macron.
Namun, ketua asosiasi siswa SMA Les Lycéens, Pierre Sourzat, menyangsikan pertemuan tersebut karena dinilai tak akan memberi hasil konkret.
Salah satu isu yang tampaknya akan diangkat pihak siswa yaitu mengenai kondisi gedung sekolah dan usulan untuk mengubah sistem penerimaan ke pendidikan tinggi.
Kedua isu ini menjadi yang paling utama dikritik para siswa dalam gelombang protes yang meletus akhir September lalu.
(blq/bac)

1 jam yang lalu
5





English (US) ·
Indonesian (ID) ·