Jakarta, CNN Indonesia --
Korea Selatan menuntut permintaan maaf resmi dari Ukraina lantaran melanggar kesepakatan untuk merahasiakan perjanjian pemindahan dua tentara Korea Utara tahanan perang Kyiv ke Seoul.
Tuntutan ini dilayangkan Seoul setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan kesepakatan itu saat berpidato di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pidatonya, Zelensky menyatakan bahwa Ukraina telah mengirim dua tentara Korut ke Korsel. Ia bahkan sempat sesumbar bahwa menangkap tentara Korut yang membantu invasi Rusia di negaranya dalam kondisi hidup tidaklah mudah.
Dikutip AFP, beberapa jam kemudian, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menulis di platform X, "Saya tidak tahu mengapa pihak Ukraina melanggar kesepakatan dan mengungkapkan masalah ini kepada publik, tetapi hal tersebut sangat mengecewakan."
Menanggapi pernyataan itu, ajudan Zelensky, Dmytro Lytvyn, mengatakan kepada wartawan bahwa Ukraina merupakan "negara yang terbuka" dan akan terasa janggal jika kedua tentara tersebut diserahkan secara diam-diam.
"Dari keseluruhan kisah ini, yang sebenarnya panjang dan terperinci, kami hanya melaporkan fakta bahwa mereka telah dikirim ke Republik Korea," katanya.
"Pelanggaran perjanjian kerahasiaan antara kedua negara oleh pihak Ukraina, yang kemudian mengungkapkan informasi tersebut secara sepihak, merupakan persoalan yang sangat serius," kata Sekretaris Senior Presiden Bidang Hubungan Masyarakat Seong Ghi-hong dalam sebuah pernyataan pada Minggu malam.
"Namun, pernyataan tidak benar dari kantor pers kepresidenan Ukraina yang menyebut bahwa tidak pernah ada perjanjian kerahasiaan sangat merusak kepercayaan antara kedua pemerintah dan secara serius mencederai hubungan persahabatan kedua negara," katanya.
Seong mengatakan Kantor Kepresidenan Korea Selatan menuntut "penjelasan resmi dan permintaan maaf".
Ia menambahkan bahwa Kantor Kepresidenan Korea Selatan juga "sedang mempertimbangkan langkah-langkah tambahan yang mungkin diperlukan terkait persoalan ini", tetapi tidak merinci langkah apa saja yang dimaksud.
Pada awal tahun lalu, Ukraina menangkap dua tentara Korea Utara yang termasuk dalam pasukan yang dikerahkan Pyongyang untuk bertempur di pihak Moskow.
Seorang anggota parlemen Korea Selatan sebelumnya mengatakan bahwa kedua tentara tersebut ingin menjalani "kehidupan normal" di Korea Selatan.
Berdasarkan konstitusi Korea Selatan, seluruh warga Korea, termasuk mereka yang tinggal di Korea Utara, dianggap sebagai warga negara Korea Selatan. Para pejabat sebelumnya mengatakan bahwa ketentuan ini juga berlaku bagi setiap tentara Korea Utara yang ditangkap di Ukraina.
(rds)

41 menit yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·