Salah satu ajaran penting dalam Islam adalah menjaga kesehatan dan keselamatan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Sebab, ia merupakan salah satu nikmat terbesar yang Allah anugerahkan kepada setiap manusia dan wajib untuk disyukuri dengan senantiasa menjaganya.
Naskah khutbah Jumat berikut ini dengan judul, “Khutbah Jumat: Menjaga Kesehatan Sesama di Tengah Ancaman Penyakit Menular”. Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan desktop). Semoga bermanfaat!
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي أَنْزَلَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى لِلْمُتَّقِيْنَ، وَجَعَلَ فِيْهِ مَنَاهِجَ الْهِدَايَةِ لِلنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ الْأَمِيْنُ، صَلىَّ اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ، وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ الْمَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Mari kita panjatkan puji syukur al-hamdulillahi rabbil alamin, yang hingga detik ini Allah swt masih memberikan kita kesehatan dan kesempatan untuk bertemu dengan hari Jumat, memperbarui iman, dan memperbanyak amal kebajikan. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw, beserta para keluarga dan para sahabatnya.
Marilah pada hari Jumat yang penuh berkah ini kita kembali memperbaiki hati dan memperbarui takwa kepada Allah swt, dengan cara menjalankan segala perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketahuilah, bahwa pada akhirnya kita semua akan meninggalkan dunia serta segala isinya, dan ketika itu terjadi, tidak ada yang paling berguna selain takwa.
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Belakangan ini masyarakat kembali ramai membicarakan penyakit influenza A(H3H2) subclade K yang ditemukan di sejumlah wilayah di Indonesia. Berdasarkan laporan Kementrian Kesehatan, penyakit tersebut telah terdeteksi di 13 provinsi di seluruh Indonesia.
Kondisi ini setidaknya mengingatkan kita semua bahwa kesehatan merupakan nikmat Allah swt yang harus kita jaga, tidak hanya menjaga untuk diri sendiri, tetapi juga menjaga untuk orang lain yang ada di sekitar kita. Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an:
وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا
Artinya, “Siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, dia seakan-akan telah memelihara kehidupan semua manusia.” (QS. Al-Ma’idah: 32).
Ayat yang baru saja kita dengar pada mulanya berbicara tentang larangan membunuh, sekaligus berbicara tentang besarnya nilai menjaga kehidupan manusia yang berlaku pada Bani Israil. Namun pesan yang terkandung di dalamnya tidak hanya berlaku di kalangan Bani Israil saja, tetapi juga berlaku bagi setiap generasi tentang pentingnya menyelamatkan manusia dari berbagai hal yang dapat membahayakan mereka.
Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Imam Fakhruddin ar-Razi ketika menafsiri ayat tersebut, bahwa menjaga kehidupan manusia mencakup upaya menyelamatkan mereka dari berbagai keadaan yang membahayakan, seperti kebakaran, tenggelam, kelaparan yang berlebihan, serta kondisi panas atau dingin yang ekstrem, dan kondisi membahayakan lainnya.
Imam ar-Razi dalam kitab Tafsir Mafatihul Ghaib, jilid XI, halaman 344, mengatakan:
وَمَنْ أَحْياها فَكَأَنَّما أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعاً الْمُرَادُ مِنْ إِحْيَاءِ النَّفْسِ تَخْلِيصُهَا عَنِ الْمُهْلِكَاتِ: مِثْلِ الْحَرْقِ وَالْغَرَقِ وَالْجُوعِ الْمُفْرِطِ وَالْبَرْدِ وَالْحَرِّ الْمُفْرِطَيْنِ
Artinya, “Siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, dia seakan-akan telah memelihara kehidupan semua manusia. Maksud dari memelihara kehidupan adalah menyelamatkannya dari berbagai hal yang dapat membinasakan, seperti kebakaran, tenggelam, kelaparan yang berlebihan, serta hawa dingin dan panas yang ekstrem.”
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Dalam konteks memelihara kehidupan bersama, termasuk ketika menghadapi penyakit yang dapat menular seperti influenza A(H3H2) yang belakangan banyak diperbincangkan, kita tidak cukup hanya memikirkan kesehatan diri sendiri, tetapi juga perlu memperhatikan keselamatan orang-orang di sekitar kita agar tidak menjadi sebab mereka tertular hingga membahayakan diri mereka.
Karena itu, ketika kita sedang sakit, terlebih jika terdapat risiko menular kepada orang lain, hendaknya kita mengambil langkah yang diperlukan, seperti menjaga jarak, menggunakan masker, menjaga kebersihan, dan mengurangi interaksi yang tidak diperlukan. Sikap semacam ini tidak hanya bentuk kepedulian kepada sesama, tetapi juga bagian dari ikhtiar menjaga kehidupan manusia sebagaimana yang diajarkan oleh agama.
Sikap semacam ini pada hakikatnya bukanlah sesuatu yang baru dalam Islam. Para ulama sejak dahulu telah memberikan perhatian terhadap penyakit yang dapat membahayakan orang lain. Imam al-Qadhi Iyadh, sebagaimana dikutip oleh Syekh Khatib asy-Syirbini, menyampaikan bahwa para ulama melarang orang yang menderita penyakit kusta dan lepra untuk berada dalam masjid, menghadiri shalat jamaah, serta berbaur dengan masyarakat.
Dalam kitab Mughnil Muhtaj ila Ma’rifati Alfadzil Minhaj, jilid III, halaman 204 dijelaskan:
وَقَدْ نَقَلَ الْقَاضِي عِيَاضٌ عَنْ الْعُلَمَاءِ أَنَّ الْمَجْذُومَ وَالْأَبْرَصَ يُمْنَعَانِ مِنْ الْمَسْجِدِ وَمِنْ صَلَاةِ الْجَمَاعَةِ وَمِنْ اخْتِلَاطِهِمَا بِالنَّاسِ
Artinya, “Imam al-Qadhi Iyadh mengutip dari para ulama bahwa orang yang terkena penyakit judam dan lepra dilarang berada dalam masjid, menghadiri shalat berjemaah, dan berbaur dengan masyarakat.”
Penjelasan ini menunjukkan kepada kita semua, bahwa ketika terdapat kekhawatiran suatu penyakit dapat membahayakan orang lain, seseorang tidak hanya dituntut menjaga dirinya, tetapi juga dituntut menjaga keselamatan orang-orang yang ada di sekitarnya.
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Oleh sebab itu, menjaga kesehatan orang lain perlu diwujudkan dalam langkah-langkah nyata, baik secara individu maupun secara kolektif. Secara individual, kita dapat membiasakan hidup bersih, menjaga daya tahan tubuh, menggunakan masker ketika sedang mengalami gejala penyakit, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, serta mengurangi interaksi dan kerumunan ketika kondisi tubuh dapat menularkan penyakit. Jangan pula merasa malu untuk berobat dan beristirahat ketika sedang sakit.
Sementara secara kolektif, kita perlu membangun lingkungan yang bersih dan sehat, menjaga kebersihan masjid, lingkungan, dan tempat-tempat umum, menyediakan fasilitas cuci tangan, serta saling mengingatkan dengan cara yang baik agar tidak meremehkan kesehatan.
Semua ikhtiar ini merupakan bentuk kepedulian kepada sesama, sebab menjaga kesehatan orang lain pada hakikatnya merupakan bagian dari menjaga kehidupan dan kemaslahatan bersama yang diajarkan dalam agama.
Demikian adanya khutbah Jumat, perihal menjaga kesehatan orang lain merupakan tanggung jawab bersama. Semoga menjadi khutbah yang membawa berkah dan manfaat bagi kita semua. Amin ya rabbal alamin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلَهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمُ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
----
Sunnatullah, pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam, Kokop Bangkalan Jawa Timur.

1 jam yang lalu
1



English (US) ·
Indonesian (ID) ·