Khamenei soal Trump Kalah di Pemilu Sela AS: Setan Besar Makin Melemah

39 menit yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei buka suara soal kekalahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan partainya, Partai Republik, dalam pemilu sela atau paruh waktu (midterm election) pada Selasa (3/11).

Dalam pemilu sela kali ini, Trump dan kader-kader partainyanya kalah telak dari Partai Demokrat yang berhasil menguasai mayoritas Senat dan Dewan Perwakilan di Kongres AS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami berharap dominasi Setan Besar semakin cepat dan semakin pasti melemah," kata Khamenei yang merujuk kepada AS melalui pernyataan pada Rabu (4/11).

Dikutip Chosun Ilbo, para pemimpin Iran telah lama mengecap AS sebagai "Setan Besar" sementara Israel, sekutu terdekatnya, sebagai "Setan Kecil".

Dalam unggahannya di X, Khamenei bahkan menuturkan bahwa kesalahan perhitungan Trump untuk memicu perang dengan Iran malah menjadi bumerang yang melemahkan hegemoni Negeri Paman Sam.

"Saat ini, kekuatan dan hegemoni Amerika Serikat yang terus merosot telah mengalami kejatuhan yang tak dapat dipulihkan dalam kedua dimensi kekuasaannya: baik hard military power dan soft power internasionalnya," ujar Khamenei.

"Proses keruntuhan AS semakin cepat," ujarnya lagi.

Selain Mojtaba Khamenei, sejumlah pejabat Iran juga merayakan kekalahan Trump dan Republik dalam pemilu sela AS.

Trump secara langka mengakui bahwa kekalahan Partai Republik di pemilu paruh waktu salah satunya karena keputusannya memerangi Iran.

Dalam wawancara bersama Fox News Democracy 26 pada Selasa (3/11), Trump mulanya memuji kemenangan Partai Demokrat di Kongres.

Ia menyebut kemenangan Demokrat sudah lama dinanti-nanti partai tersebut, namun hal itu bukan masalah baginya.

"Yah, saya akan katakan ini: selamat kepada Partai Demokrat. Mereka melakukannya dengan baik," kata Trump dalam wawancara telepon dengan Fox News, seperti dikutip AFP.

"Mereka telah menantikan momen ini selama 11 tahun, dan akhirnya mereka mendapatkannya. Namun, saya tidak menganggap ini sebagai masalah... Saya bisa bekerja sama dengan mereka dalam banyak hal," lanjutnya.

Trump kemudian menambahkan bahwa jika ada perselisihan dengan Demokrat di Kongres, ia siap untuk menggunakan hak vetonya.

Partai Republik kalah dari Partai Demokrat dalam pemilihan umum Senat dan DPR. Berdasarkan penghitungan suara yang dilakukan oleh New York Times, Partai Republik diproyeksi meraih 44 kursi di Senat, sedangkan Demokrat 54 kursi.

Di DPR, kursi yang kemungkinan diperoleh Republik hanya sekitar 139, sementara Demokrat 228 kursi.

Kemenangan Demokrat ini bahkan terjadi untuk pertama kalinya di negara bagian konservatif seperti Kansas dan Texas.

(rds)

Baca Artikel Selengkapnya