Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan kepala dewan keamanan Iran, Mohsen Rezaei, di Moskow, Rusia, pada 5 November 2026.
MOSKOW — Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengirimkan pesan khusus kepada Presiden Rusia Vladimir Putin di tengah upaya Teheran merumuskan tatanan keamanan pascaperang dengan Amerika Serikat (AS). Pesan tersebut disampaikan melalui Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei yang bertemu Putin di Kremlin, Moskow, Kamis (5/11/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung di tengah kekhawatiran soal kemungkinan Presiden AS Donald Trump kembali melancarkan serangan ke Iran. Teheran juga tengah menjajaki dukungan diplomatik Moskow untuk menghadapi perkembangan keamanan di kawasan dan menentukan posisi dalam perundingan dengan Washington.
Media pemerintah Iran melaporkan, Rezaei membawa pesan dari Mojtaba Khamenei untuk disampaikan langsung kepada Putin. Kantor kepresidenan Rusia turut mengonfirmasi pertemuan kedua pejabat tersebut di Kremlin.
Seusai pertemuan, Rezaei mengatakan pembicaraan dengan Putin mencakup sejumlah persoalan penting kawasan, termasuk pengaturan keamanan regional setelah perang.
"Persoalan-persoalan penting kawasan dibahas bersama Tuan Putin. Pembicaraan signifikan juga berlangsung mengenai periode pascaperang dan pengaturan keamanan regional," kata Rezaei sebagaimana dikutip Reuters.
Pembicaraan itu juga mencakup kerja sama bilateral Iran-Rusia, terutama rencana pembangunan jaringan pipa gas dari Rusia menuju Iran. Proyek tersebut diharapkan membantu mengatasi kekurangan gas yang dialami Iran sekaligus membuka peluang bagi Rusia untuk memasok gas ke negara-negara tetangga Iran.
Pertemuan Rezaei dan Putin berlangsung sehari setelah Khamenei menyampaikan pernyataan tertulis yang menegaskan Iran tidak boleh menunjukkan sedikit pun kecenderungan untuk menyerah kepada Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut memperlihatkan sikap keras Teheran di tengah upaya diplomatik mengakhiri perang. Iran dan AS masih memiliki perbedaan mendasar mengenai sejumlah persoalan strategis, termasuk masa depan Selat Hormuz, blokade Amerika terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, sanksi ekonomi, serta kemungkinan dimulainya kembali perundingan program nuklir Teheran.
Rezaei mengatakan Iran telah menyampaikan tujuh persyaratan kepada Amerika Serikat sebagai dasar diplomasi. Namun, Teheran menegaskan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz maupun melanjutkan perundingan selama Washington belum memenuhi persyaratan tersebut.
"Kami telah menyampaikan kepadanya (Putin) bahwa dalam persoalan diplomasi, kami sudah mengumumkan tujuh persyaratan kepada Amerika. Selama mereka tidak melaksanakan tujuh persyaratan tersebut, kami tidak akan membuka Selat Hormuz ataupun menggelar perundingan," ujar Rezaei.

31 menit yang lalu
3






English (US) ·
Indonesian (ID) ·