KB Bank arahkan pertumbuhan kredit lebih moderat pada 2026

1 bulan yang lalu 22

Jakarta (ANTARA) - PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) mengarahkan pertumbuhan kredit pada 2026 menjadi lebih moderat dengan tetap mengutamakan kualitas aset di tengah perubahan kondisi makroekonomi.

Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan perseroan tidak ingin memaksakan penyaluran kredit hanya untuk mengejar target apabila tidak sejalan dengan prinsip kehati-hatian.

"Kita mau fokus terhadap kualitas. Jadi, kita nggak mau paksain meluncurkan kredit untuk mengejar target tapi tidak prudent," kata Kunardy di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan perubahan kondisi makro, termasuk kenaikan suku bunga dan fluktuasi nilai tukar, membuat perseroan perlu menyesuaikan rencana bisnis bank (RBB).

Kunardy menyebut target pertumbuhan kredit perseroan yang sebelumnya berada di kisaran 15 persen akan diarahkan lebih moderat, mendekati proyeksi pertumbuhan kredit industri sekitar 8-12 persen.

"Target sesuai dengan arahan dari BI (Bank Indonesia) dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan). BI kan bilang 8 sampai 12 persen, ya sekitar segitulah. Dulu setahu saya di RBB kita awal itu ada sekitar 15-an persen. Jadi kita akan lebih ke searah dengan industri," ujarnya.

Menurut dia, KB Bank tetap berfokus pada penyaluran kredit ke sektor produktif karena dapat mendukung aktivitas usaha dan perekonomian nasional.

Namun, penyaluran kredit tersebut akan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kualitas debitur dan prospek sektor usaha.

Kunardy menambahkan kenaikan suku bunga turut berdampak pada biaya dana dan bunga kredit, namun perseroan lebih mencermati risiko volatilitas nilai tukar terhadap kinerja debitur.

Ia juga menjelaskan fluktuasi nilai tukar dapat memengaruhi pelaku usaha yang bergantung pada impor karena belum tentu dapat langsung meneruskan kenaikan biaya kepada konsumen.

Direktur Kredit KB Bank Henry Sawali mengatakan perseroan akan masuk ke industri yang memiliki fundamental kuat dan resilien terhadap kondisi ekonomi.

"Yang pasti kita akan masuk ke dalam industri-industri tentunya yang memiliki fundamental yang kuat dan juga resilien terhadap kondisi ekonomi yang saat ini sedang berlangsung," kata Henry.

Ia menilai pendekatan tersebut menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kualitas aset perseroan.

Untuk menjaga kualitas kredit, lanjut dia, KB Bank menjalankan sejumlah strategi penanganan kredit bermasalah, antara lain penagihan, penjualan portofolio, lelang, serta langkah hukum sebagai opsi terakhir.

Ia menyebutkan rasio pinjaman berisiko (loan at risk/LAR) KB Bank pada 2021 sempat mencapai sekitar 65 persen dan terus diperbaiki melalui strategi penagihan, penjualan portofolio, serta lelang aset.

Perusahaan juga terus menekan rasio kredit bermasalah (NPL). Berdasarkan laporan keuangan publikasi per Maret 2026, rasio NPL gross perseroan tercatat sebesar 8,44 persen

"NPL ini tentunya akan kita tekan terus dengan strategi yang tadi saya sampaikan," kata Henry.

Direktur Wholesale KB Bank Widodo Suryadi menambahkan perseroan mengedepankan prinsip kualitas sebelum memperbesar skala bisnis.

"Pertumbuhan kredit itu akan menjadi moderat. Jadi kami tidak semata-mata hanya mengejar volume atau target, tapi prinsip kehati-hatian itu kan sangat penting," kata Widodo.

Menurut dia, KB Bank juga menjadi lebih selektif dalam melakukan penilaian dan pemantauan kredit agar portofolio yang ada tidak mengalami pemburukan di kemudian hari.

Pada triwulan I 2026, perusahaan mencatat pertumbuhan kredit berkualitas atau normal loan sebesar 4,76 persen secara tahunan, rasio dana murah atau CASA sebesar 31,55 persen, Net Interest Margin (NIM) sebesar 2,09 persen, serta Pre-Provision Operating Profit (PPOP) positif Rp9 miliar.

Direksi menyatakan transformasi masih merupakan perjalanan jangka panjang perusahaan untuk membangun pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan dengan tetap memperkuat tata kelola, manajemen risiko, dan kualitas aset.

Baca juga: Berbalik dari posisi rugi, KB Bank kantongi laba Rp66,59 M pada 2025

Baca juga: RUPSLB KB Bank setujui pengangkatan komisaris dan direktur baru

Baca juga: KB Bank bukukan laba bersih Rp352 miliar kuartal I-2025

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya