JFX nilai penguatan pembentukan harga perkuat acuan komoditas domestik

3 jam yang lalu 4

Jakarta (ANTARA) - PT Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange/JFX) menilai penguatan mekanisme pembentukan harga (price discovery) penting untuk membangun harga referensi komoditas domestik yang lebih kredibel sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Direktur Utama JFX Yazid Kanca Surya mengatakan harga referensi yang kuat tidak terbentuk melalui penetapan sepihak, melainkan dari transaksi yang berlangsung secara terbuka, likuid, dan berkesinambungan sehingga mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya.

“Harga referensi dibangun melalui proses price discovery. Ketika transaksi berlangsung secara terbuka, melibatkan banyak pelaku pasar, dan dilakukan secara berkesinambungan, harga yang terbentuk akan semakin mencerminkan kondisi pasar yang sesungguhnya. Dari proses inilah lahir harga referensi yang kredibel,” ujar Yazid di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, penguatan mekanisme pembentukan harga semakin relevan karena Indonesia merupakan produsen utama berbagai komoditas strategis dunia, termasuk minyak sawit, tetapi pelaku usaha masih banyak menggunakan acuan harga dari bursa internasional.

Baca juga: Sentimen global dongkrak transaksi olein tembus Rp7 triliun di JFX

Ia menyebut aktivitas perdagangan yang berlangsung secara transparan melalui mekanisme bursa berpotensi membentuk harga referensi yang lebih mencerminkan karakteristik pasar domestik sekaligus meningkatkan posisi tawar Indonesia dalam perdagangan komoditas internasional.

“Semakin aktif transaksi berlangsung, semakin banyak informasi pasar yang tercermin dalam harga. Bagi pelaku usaha, harga yang terbentuk melalui proses tersebut tidak hanya menjadi acuan dalam melakukan transaksi, tetapi juga menjadi dasar dalam mengelola risiko ketika pasar bergerak sangat dinamis,” katanya.

Sebagai gambaran, perdagangan olein di JFX sepanjang 28 Juni–25 Juli 2026 mencatat volume transaksi 67.564 lot dengan nilai sekitar Rp6,85 triliun.

Pada pekan terakhir Juli 2026, harga acuan global olein yang mengacu pada FPOL Bursa Malaysia Derivatives (BMD) meningkat 3,52 persen menjadi 1.175 dolar AS atau sekitar Rp21,17 juta per ton dari 1.135 dolar AS atau sekitar Rp20,45 juta per ton pada pekan sebelumnya.

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya