Iran Usulkan Pembentukan NATO Islam, Ajak Pakistan yang Punya Senjata Nuklir

2 jam yang lalu 1

Pesserta berfoto sebelum KTT Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam dan Liga Arab di Doha, Qatar, Senin (16/9/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran dilaporkan mengajukan usulan pembentukan aliansi keamanan kawasan yang terdiri dari negara-negara Muslim termasuk Pakistan yang diketahui memiliki senjata nuklir. Iran berargumen bahwa perdamaian dan stabilitas panjang di Timur Tengah harus dipastikan oleh negara-negara di kawasan itu sendiri ketimbang bergantung kepada kekuatan luar.

Menurut laporan media Iran dilansir Pakobserver, Penjabat sementara Menteri Pertahanan Brigadir Jenderal Seyed Majid Ibn Reza menyarangkan sebuah kerangka kerja sama pertahanan melibatkan Iran, Turkiye, Pakistan, Arab Saudi, Mesir dan negara-negara Islam lainnya. Menurutnya, sebuah mekanisme, sama dengan konsep perjanjian keamanan kolektif, bisa memperkuat kerja sama kawasan dan mengurangi ketergantungan pada militer dari luar.

Proposal Ibn Reza didiskusikan dengan Menteri Pertahanan Turkiye Yasar Guler pada Ahad (2/8/2026). Menhan Iran mengatakan, konflik di kawasan belakangan ini mendemonstrasikan pentingnya kerja sama di antara negara-negara tetangga untuk menjaga keamanan dan mempertahankan stabilitas jangka panjang.

Menurutnya, kehadiran kekuagan asing di Timur Tengah berkontrisbusi pada instabilitasn dan menegaskan bahwa sebuah sistem keamanan regional yang terkoordinasi akan bisa melindungi kawasan dari intervensi eksternal dan mempromosikan perdamaian. Ibn Reza juga merujuk pada nota kesepahaman gencatan senjata yang dicapai pada masa pemerintahan Presiden AS Donald Trump, di mana menurutnya, tercapai untuk membantu memulihkan stabilitas atas permintaan dari negara-negara sahabat di kawasan. Namun, Iran tetap waspada menimbang pengalaman dengan AS pada masa lampau.

Mengomentari ketegangan kawasan yang terus berlangsung, Ibn Reza mengutuk aksi mliter Israel di Gaza, Lebanon, Suriah, dan Iran, dan menuduh Washington mendukung pendekatan yang lebih agresif dari Israel itu. Dia juga mengingatkan bahwa percobaan apapun dari AS untuk membuka front baru melawan Hizbullah dapat memicu krisis keamanan yang lebih luas di Timur Tengah. Dia juga menggambarkan usulan zona keamanan yang disodorkan Israel untuk wilayah Suriah dan Lebanon berpotensi menjadi sumber instabilitas baru.

sumber : Antara, Anadolu

Baca Artikel Selengkapnya