ILO nilai akses keuangan digital belum jamin kesejahteraan masyarakat

1 jam yang lalu 2
Sudah waktunya kita bertransisi dari sekadar menghitung berapa orang yang punya rekening, berapa orang yang bisa akses, kepada sesuatu yang baru yang sifatnya nanti hasil...

Jakarta (ANTARA) - Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menilai, peningkatan akses masyarakat terhadap layanan keuangan digital belum tentu menjamin kesejahteraan, terutama jika tidak diimbangi kemampuan mengelola keuangan.

Project Manager Promise II Impact ILO Djauhari Sitorus mengatakan, akses terhadap layanan keuangan, termasuk pinjaman daring (pindar) justru berisiko menimbulkan persoalan baru apabila masyarakat tidak memiliki literasi finansial yang cukup.

“Walaupun seorang itu sudah menggunakan layanan keuangan, tapi belum tentu dia lebih sejahtera. Bahkan ada beberapa situasi mereka yang memiliki akses misalnya ke pinjaman secara online itu, di mana akhirnya terjebak ke dalam utang. Ini jadi bukan meningkatkan kesejahteraan, tapi membuatnya lebih tidak sejahtera,” ujarnya dalam konferensi pers Financial Health Pathways Forum di Jakarta, Kamis.

Djauhari menjelaskan, kemudahan memperoleh pinjaman tanpa diiringi kemampuan mengelola keuangan bisa memperburuk kondisi ekonomi rumah tangga.

Situasi tersebut juga meningkatkan kerentanan pekerja dan pelaku usaha kecil ketika menghadapi keadaan darurat.

Menurut dia, keberhasilan sektor keuangan perlu diukur tidak hanya dari jumlah masyarakat yang memiliki rekening atau dapat mengakses layanan keuangan, tetapi juga dari kemampuan pengelolaan keuangan dan mempertahankan ketahanan finansial dalam jangka panjang.

"Sudah waktunya kita bertransisi dari sekadar menghitung berapa orang yang punya rekening, berapa orang yang bisa akses, kepada sesuatu yang baru yang sifatnya nanti hasil. Apakah dia bisa mengelola keuangan hari demi hari, apakah dia punya daya tahan keuangan kalau misalnya dia sakit atau bisnisnya bangkrut," kata dia.

Ia menambahkan, pengelolaan keuangan sehari-hari, ketersediaan dana darurat, kepemilikan asuransi, serta perencanaan tujuan keuangan jangka panjang merupakan faktor penting untuk meningkatkan kesehatan finansial.

Dengan kemampuan tersebut, masyarakat diharapkan mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus memiliki kesiapan menghadapi risiko yang dapat mengganggu kondisi ekonomi rumah tangga.

Baca juga: ILO nilai inklusi keuangan perlu diikuti penguatan kesehatan finansial

Baca juga: IOJI dorong penerapan efektif Konvensi ILO C188 untuk AKP migran

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya