Genosida Warga Palestina Berlanjut, Erdogan: Dunia Berubah Jadi ‘Macan Kertas’ Saat Hadapi Israel

17 menit yang lalu 1

ANKARA — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Israel dari hari ke hari semakin berani mengusir warga Palestina dari tanah leluhur mereka. Pada saat bersamaan, kekejaman di jalur Gaza pun terus berlanjut. Erdogan menyindir negara-negara yang bersikap keras ke Turki tapi berubah menjadi “macan kertas” saat harus berhadapan pelaku genosida.

“Terorisme pendudukan (Israel), yang berusaha untuk menggusur orang Palestina secara paksa dari Tanah Air leluhur mereka, semakin berani dari hari ke hari di bawah tatapan acuh tak acuh dunia modern,” kata Erdogan saat membuka acara 'TRT World Forum 2026' di Istanbul, Jumat (6/11/2026), dilaporkan Anadolu Agency.

Dia menambahkan, lembaga-lembaga internasional yang ditugaskan memastikan perdamaian, keamanan, dan stabilitas, hanya bisa menyaksikan ketika kekejaman terungkap di Jalur Gaza. Menurut dia, hal itu sebelumnya turut terjadi di Rwanda, Srebrenica, dan banyak tempat lainnya.

“Mereka tidak melakukan tindakan apa pun selain menyaksikan tragedi kemanusiaan dengan rasa prihatin atau sekadar menyuarakan keprihatinan atas peristiwa tersebut," ujar Erdogan.

Erdogan menekankan bahwa kekejaman dan kejahatan Israel tidak hanya terjadi di Gaza, tapi juga Tepi Barat. “Lebih dari 3.000 serangan dan pelanggaran yang menyasar warga Palestina di Tepi Barat tercatat terjadi hanya dalam bulan Oktober saja,"kata dia.

Ia mengatakan, meski kesepakatan gencatan senjata sudah disepakati pada Oktober 2025, hal itu tak dipatuhi Israel. Serangan demi serangan terus dilancarkan Israel ke Gaza tanpa mampu dihentikan komunitas internasional.

“Mereka yang bersikap garang layaknya singa saat berhadapan dengan Turki, tiba-tiba berubah menjadi 'macan kertas' ketika berhadapan dengan jaringan pelaku genosida. Ini adalah bentuk standar ganda yang paling nyata,” kata Erdogan.

Sejak perang pecah pada Oktober 2023, militer Israel telah membantai lebih dari 74 ribu warga Gaza. Mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak. Sementara itu, korban luka melampaui 175 ribu orang.

Pada Oktober 2025, Israel dan Hamas menyepakati gencatan senjata. Kendati demikian, Israel tak pernah sepenuhnya berhenti melancarkan serangan ke Gaza. Agresi Israel ke Gaza sejak diberlakukannya gencatan senjata telah membunuh setidaknya 1.500 jiwa. Sedangkan korban luka melampaui 5.000 orang. 

Baca Artikel Selengkapnya