Fadli Zon Ungkap 18 Tokoh Dapat Gelar Pahlawan Nasional 2026

33 menit yang lalu 1

Jakarta, NU Online 

Presiden Prabowo Subianto menetapkan 18 tokoh sebagai penerima gelar Pahlawan Nasional 2026. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pengumuman dijadwalkan berlangsung pada 10 November 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.


Fadli mengatakan, penambahan jumlah penerima gelar tersebut mempertimbangkan banyaknya tokoh yang memenuhi persyaratan, termasuk mereka yang telah diusulkan berulang kali.


"Biasanya kan paling banyak itu 10. Nah, tahun ini karena memang yang memenuhi syarat itu juga cukup banyak dan banyak yang sudah diusulkan bertahun-tahun, ada yang sudah 7 kali, ada yang 5 kali, ada yang 3 kali," ungkap Fadli di Jakarta dikutip laman Sekretariat Kabinet Ahad (8/11/2026).


Adapun proses pengusulan gelar pahlawan nasional bermula dari masyarakat, termasuk perguruan tinggi dan komunitas. Usulan tersebut kemudian dikaji secara berjenjang oleh tim peneliti dan pengkaji di tingkat kabupaten atau kota, provinsi, hingga pusat. 


Hasil kajian di tingkat pusat selanjutnya disampaikan kepada Kementerian Sosial sebelum diteruskan kepada Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. 


Fadli yang juga menjabat Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan mengatakan, pihaknya telah membahas dan mengusulkan nama-nama tersebut kepada Presiden. 


"Tahun ini atas kesepakatan dari tim Dewan GTK, kita ajukan semua yang eligible, yang memenuhi syarat, dan Presiden telah memilih 18," ujarnya.


Sebelumnya, Presiden Prabowo menerima Fadli Zon di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/11/2026). Berdasarkan keterangan Sekretariat Presiden, pertemuan tersebut membahas rekomendasi Dewan GTK terkait usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada sejumlah tokoh bangsa.


Proses pengusulan dilakukan melalui penelitian dan pengkajian berjenjang, mulai dari Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) tingkat kabupaten/kota dan provinsi, hingga Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) Kementerian Sosial. Hasilnya kemudian dibahas dalam sidang Dewan GTK sebelum disampaikan kepada Presiden.


Salah satu nama yang menjadi perhatian dalam pengusulan tahun ini adalah Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo, kakek Presiden Prabowo. Namun, Fadli meminta masyarakat menunggu pengumuman resmi pemerintah.


"Nanti kita dengar saja hasilnya," kata Fadli.


Ia menegaskan para tokoh terpilih telah melalui proses panjang berdasarkan jasa dan pengabdian masing-masing.


"Kalau pasti orang yang terpilih ini adalah orang-orang yang sudah melalui satu proses panjang dengan jasa-jasanya itu yang sulit saya kira untuk kita debat, baik itu di bidang kebudayaan, di bidang ekonomi, maupun perjuangan bersenjata," pungkasnya.


Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mendukung pengusulan tokoh ulama yang juga pejuang kemerdekaan asal Buntet, KH Abbas Abdul Jamil, sebagai Pahlawan Nasional.


"Iya, kan saya termasuk Tim 7 ya, untuk pahlawan nasional. Saya memang mengusulkan bahwa jangan hanya jenderal yang diusulkan pahlawan nasional, tapi kiai juga, dengan ketajaman penanya dan sebagainya. Apalagi Kiai Abbas," tutur Nasaruddin sebagaimana dilansir Kemenag.


Menag menyampaikan bahwa berkas pengusulan KH Abbas Abdul Jamil telah masuk dalam daftar nominasi setelah disidangkan oleh tim penilai pahlawan nasional. Saat ini, proses pengusulan tersebut menunggu keputusan final di tingkat Presiden.


Menag menegaskan pentingnya mengakui kontribusi besar elemen pesantren dalam sejarah pergerakan bangsa. Menurutnya, perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak hanya diusung oleh kelompok tentara atau militer, tetapi juga oleh jaringan kiai dan santri yang mengangkat senjata membela Tanah Air. KH Abbas dikenal memiliki peran strategis dan kepemimpinan yang luar biasa, khususnya dalam menggerakkan perlawanan pada pertempuran 10 November di Surabaya.

Baca Artikel Selengkapnya