Jakarta (ANTARA) - Kepala Ekonom PermataBank Josua Pardede memandang bahwa pengunduran Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) perlu dipandang sebagai peralihan kepemimpinan yang tertib, bukan sebagai kekosongan kendali di bank sentral Indonesia.
BI telah menetapkan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai Pejabat Gubernur Sementara setelah pengunduran diri Perry Warjiyo secara sukarela karena alasan pribadi. Penetapan itu diputuskan melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
“Secara manusiawi, keputusan Perry Warjiyo untuk beristirahat patut dihormati. Ia bergabung dengan Bank Indonesia sejak 1984 dan telah mengabdi sekitar 43 tahun, dari posisi staf hingga menjadi Gubernur selama dua periode,” kata Josua dalam jawaban tertulis di Jakarta, Senin.
Dengan masa pengabdian sepanjang itu, Josua menilai pengunduran Perry Warjiyo tersebut lebih tepat dibaca sebagai berakhirnya satu fase panjang pengabdian dan bukan sebagai tanda adanya masalah dalam kemampuan BI menjalankan tugasnya.
Baca juga: Destry: Kepemimpinan BI tetap kolektif kolegial usai Perry mundur
Josua memandang, Perry memiliki kontribusi yang penting antara lain memperkuat bauran kebijakan, memperluas instrumen stabilisasi nilai tukar, memperdalam pasar keuangan, serta mengintegrasikan kebijakan moneter, kebijakan perbankan, dan sistem pembayaran.
Menurutnya, Destry Damayanti dinilai sebagai figur yang cukup siap untuk menjaga kesinambungan kebijakan bank sentral. Namun demikian, Josua mengingatkan bahwa kesinambungan ini tidak berarti BI boleh menganggap masa transisi tanpa risiko.
Pasar akan menilai tiga hal, yaitu konsistensi komunikasi BI, ketegasan menjaga independensi, dan kepastian proses pemilihan Gubernur yang baru.
Menurut Josua, BI perlu segera menegaskan bahwa sasaran inflasi, pendekatan stabilisasi rupiah, dan keputusan suku bunga tetap berdasarkan data serta perkembangan risiko.
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·