Dubes RI Washington dukung kehadiran pencak silat di Olimpiade 2028

1 jam yang lalu 1

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) Indroyono Soesilo mendukung kehadiran pencak silat di panggung Olimpiade Los Angeles 2028.

"Pencak silat memiliki peluang untuk terus berkembang hingga ke panggung Olimpiade. Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan dukungan agar pencak silat kelak dapat dipertandingkan di Olimpiade," kata Dubes Indroyono dalam keterangan KBRI Washington, Senin.

Menurut Indroyono, untuk dapat melaju ke Olimpiade di Los Angeles pada 2028, diperlukan kesabaran, ketekunan, dan kerja bersama, dengan tetap menjaga identitas budaya pencak silat.

Dubes RI untuk AS itu menyampaikan pernyataan tersebut menyusul Kejuaraan Pencak Silat Amerika Serikat Ke-III yang digelar di Herndon, Virginia, pada 26 September 2026, yang dinilai menjadi momentum penting bagi semakin kuatnya kehadiran seni bela diri warisan Indonesia di tengah komunitas internasional.

Kejuaraan tersebut mempertemukan para pesilat dari berbagai latar belakang sekaligus memperlihatkan bahwa pencak silat tidak lagi sekadar berkembang di tanah kelahirannya. Di Amerika Serikat, olahraga bela diri ini tumbuh melalui kerja panjang diaspora Indonesia, para guru silat, serta komunitas pencinta bela diri.

Pembukaan kejuaraan berlangsung meriah dengan penampilan Rampak Kendang oleh komunitas Nusantara Budaya. Dentuman kendang tidak hanya menghidupkan suasana arena, tetapi juga menghadirkan kembali ruh budaya Nusantara yang melekat dalam pencak silat - perpaduan antara gerak, irama, tradisi, disiplin, dan nilai-nilai luhur.

Kejuaraan di Herndon juga dihadiri Presiden USA Pencak Silat Federation Wona Sumantri, sejumlah anggota federasi, Ketua Dojo Pencak Silat Williamsburg, Virginia Chris Robinson, serta sejumlah atlet berprestasi.

Dubes Indroyono menegaskan harapan agar pencak silat melaju ke Olimpiade Los Angeles 2028 sejalan dengan semangat yang mengemuka dalam Munas XVI IPSI pada April 2026.

Upaya membawa pencak silat ke panggung Olimpiade membutuhkan proses panjang, konsistensi pembinaan, peningkatan kualitas kompetisi, sekaligus kemampuan mempertahankan jati diri pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia, katanya.

Perkembangan pencak silat di AS tidak terlepas dari peran Wona Sumantri, praktisi keturunan Sunda yang dibesarkan di AS. Lebih dari tiga dekade menekuni pencak silat, ia mengajar di Maryland dan turut memelopori pembentukan USA Pencak Silat Federation pada 2012.

Dari komunitas-komunitas kecil, pencak silat kini telah berkembang di 15 negara bagian Amerika Serikat dan berhimpun dalam tiga organisasi, yakni United States Sport Silat Association (USSSA), USA Pencak Silat Federation (UPSF), dan Pentjak Silat USA.

Aktivitas pencak silat tercatat berkembang antara lain di California, Colorado, Hawaii, Illinois, Maryland, Massachusetts, Missouri, New Hampshire, New York, Texas, Utah, Vermont, dan Virginia.

Menariknya, sejumlah atlet yang tampil dalam kejuaraan ini baru saja kembali dari Indonesia setelah menjalani pelatihan selama dua hingga tiga pekan di sejumlah padepokan.

Mereka antara lain berlatih di Padepokan Putra Betawi, Padepokan IPSI, Padepokan Pendekar Bapak Haji Jatnika, serta Padepokan Persaudaraan Pencak Silat Salamun Alaikum.

Pengalaman berlatih langsung di Indonesia bersama para guru dan pendekar tersebut menjadi bekal penting bagi para atlet untuk membawa nilai dan teknik pencak silat dari tanah kelahirannya ke arena kompetisi di Amerika Serikat.

Dalam kejuaraan di Virginia, aspek seni dan tanding sama-sama mendapatkan ruang. Cabang seni memperlihatkan pencak silat sebagai perpaduan keanggunan, harmoni, ketepatan, dan keindahan gerak.

Sementara cabang tanding menekankan disiplin, keberanian, sportivitas, serta ketangguhan yang dibentuk melalui latihan panjang.

Pada Kejuaraan Pencak Silat Amerika Serikat 2026, kategori Seni Putra dimenangkan Zacharia Mohamed, sedangkan kategori Seni Putri dimenangkan Asiya Saleem.

Lebih dari sekadar kompetisi, kejuaraan tersebut memperlihatkan bagaimana pencak silat dapat menjadi jembatan budaya antara Indonesia dan AS. Para pesilat membawa bukan hanya teknik bela diri, tetapi juga nilai, tradisi, karakter, dan identitas budaya Indonesia.

Momentum menuju Los Angeles 2028 pun memberikan arti strategis. Ketika pencak silat semakin dikenal dan dipraktikkan di berbagai belahan dunia, peluang untuk memperkenalkannya di panggung olahraga internasional semakin terbuka.

Dari Herndon, Virginia, pencak silat kembali menunjukkan bahwa warisan budaya Indonesia mampu melintasi batas geografis tanpa kehilangan akar. Ia tumbuh di tanah baru, tetapi tetap membawa ruh Nusantara, kata Dubes Indroyono.

"Kejuaraan Pencak Silat Amerika Serikat Ke-III menjadi salah satu bukti bahwa perjalanan tersebut terus bergerak - dari padepokan di Indonesia, komunitas diaspora, hingga arena olahraga Amerika Serikat, menuju cita-cita yang lebih besar di panggung dunia," demikian katanya.

Baca juga: Menpora: Pencak silat dapat jadi jembatan diplomasi Indonesia-Jepang

Baca juga: KONI sebut pelatih pencak silat perlu diperbanyak menuju Olimpiade

Pewarta: Katriana
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya