Purwokerto (ANTARA) - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Solikin M Juhro mengatakan kawasan Banyumas Raya yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara, menjadi salah satu penopang perekonomian Provinsi Jawa Tengah dengan kontribusi sekitar 15 persen.
"Kalau kita lihat Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara ini menyumbang 15 persen terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah," katanya dalam Upacara Pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat.
Menurut dia, kekuatan utama Banyumas Raya terletak pada keberagaman potensi ekonomi dan keterhubungan antarsektor yang dapat menjadi modal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Oleh karena itu, pengembangan kawasan tersebut perlu dilakukan melalui pendekatan ekosistem ekonomi, bukan secara parsial berdasarkan wilayah maupun sektor usaha.
Ia mencontohkan sektor industri perlu dihubungkan dengan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sementara hasil pertanian harus dapat masuk ke dalam rantai pengolahan dan distribusi agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Selain itu, sektor pariwisata juga perlu dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan sektor jasa dan perjalanan sehingga berbagai potensi ekonomi daerah dapat saling memperkuat.
“Kondisi inflasi di Purwokerto masih terjaga di bawah 3 persen. Capaian tersebut perlu dipertahankan melalui penguatan koordinasi dan sinergi antarpemangku kepentingan,” katanya.
Baca juga: CJIBF 2026 hasilkan rencana investasi Rp19,6 triliun
Baca juga: BI: Industri pengolahan jadi penopang ekonomi Jateng
Di sisi lain, kata dia, peluang digitalisasi ekonomi dan keuangan di kawasan Banyumas Raya masih terbuka lebar.
Pemanfaatan teknologi digital perlu diperluas agar aktivitas ekonomi semakin terhubung dan memberikan kemudahan bagi masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan melalui koordinasi, pemantauan, dan asesmen bersama, mengingat karakteristik serta potensi sektor pertanian di wilayah Banyumas Raya cukup beragam.
Menurut dia, percepatan transformasi ekonomi daerah juga membutuhkan keterhubungan antarkawasan, termasuk dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi lain seperti Semarang, Solo dan Yogyakarta.
"Jadi inilah esensi dari ekosistem Banyumas Raya. Semua harus kita satukan karena potensi itu tidak bisa berdiri sendiri-sendiri," katanya.
Solikin mengharapkan Bank Indonesia bersama pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, perbankan, media dan masyarakat terus memperkuat kolaborasi untuk membangun perekonomian Banyumas Raya yang lebih terpadu, inklusif dan berkelanjutan.
Upacara tersebut mengukuhkan Aswin Gantina sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto menggantikan Christoveny yang mengemban amanah baru sebagai Kepala Divisi di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur.
Sementara Aswin Gantina sebelumnya menjabat sebagai Kepala Divisi di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan.
Baca juga: BI Purwokerto perkuat ekosistem ekonomi syariah Banyumas Raya
Baca juga: BI: Transaksi QRIS Banyumas Raya tembus Rp12,91 triliun hingga Agustus
Pewarta: Sumarwoto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·