Dampak Maybank Marathon ke ekonomi Bali Rp229,9 miliar

1 jam yang lalu 3
Temuan ini memperkuat komitmen jangka panjang Maybank Indonesia dalam mewujudkan misi Humanising Financial Services

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) bersama Katadata Insight Center mencatat dampak langsung penyelenggaraan Maybank Marathon 2026 terhadap perekonomian Bali mencapai Rp229,9 miliar, meningkat signifikan dari Rp170,8 miliar pada tahun sebelumnya.

Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, menyampaikan bahwa tren pertumbuhan dampak ekonomi tersebut menunjukkan Maybank Marathon telah berkembang melampaui ajang olahraga.

Menurutnya, pengukuran dampak dilakukan untuk memastikan penyelenggaraan ajang memberikan nilai tambah yang nyata untuk Bali dan masyarakat setempat.

“Temuan ini memperkuat komitmen jangka panjang Maybank Indonesia dalam mewujudkan misi Humanising Financial Services,” kata Steffano.

Melalui pengembangan sport tourism yang berkelanjutan, ia menambahkan bahwa perseroan ingin Maybank Marathon tumbuh bersama ekosistem ekonomi daerah, memberdayakan komunitas dan memberi manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

Perseroan menjelaskan, perhitungan dampak ekonomi dalam studi ini didasarkan pada jumlah peserta Maybank Marathon 2026. Kenaikan dampak ekonomi ini dikontribusi oleh bertambahnya jumlah peserta dan meningkatnya belanja selama berada di Bali.

Jumlah pelari mencapai 14.100 orang, tahun sebelumnya hanya 13.600 peserta. Sedangkan, rata-rata pengeluaran peserta naik dari Rp12,5 juta menjadi Rp16,3 juta per orang.

Kontribusi terbesar datang dari peserta mancanegara atau WNA dengan rata-rata pengeluaran mereka mencapai Rp40,1 juta per orang, naik dari Rp27,7 juta pada 2025, dengan rata-rata durasi tinggal hingga sembilan hari di Bali. Sementara durasi tinggal peserta domestik atau WNI di Bali rata-rata tiga hingga empat hari.

Selain dampak langsung, studi ini juga mengukur efek tidak langsung atau multiplier effect yang menyentuh angka Rp303,5 miliar, naik 34,6 persen dari Rp225,5 miliar pada Maybank Marathon 2025.

Menurut perseroan, peningkatan jumlah peserta Maybank Marathon 2026 juga turut menggerakkan usaha lokal yang meraup keuntungan dari penyelenggaraan Maybank Marathon 2026.

Studi mencatat omzet pelaku usaha di Bali rata-rata melonjak 35 persen dibandingkan biasanya, seiring dengan peningkatan jumlah pelanggan sebesar 32 persen selama acara berlangsung.

Kenaikan jumlah pelanggan tertinggi terjadi di sektor perhotelan sebesar 64 persen, diikuti oleh restoran/kuliner 41 persen, transportasi 34 persen, dan jasa wisata 10 persen. Selain itu, jumlah karyawan pada pelaku usaha yang disurvei rata rata meningkat sebesar 18 persen selama penyelenggaraan Maybank Marathon 2026.

Studi juga menunjukkan bahwa aktivitas wisata yang dinilai pelaku usaha paling banyak mendorong peningkatan pendapatan adalah wisata kuliner sebesar 56 persen, diikuti wisata budaya 50 persen dan wisata belanja 49,3 persen.

Project Director Maybank Marathon 2026 Bambang Irawan menyampaikan, pertumbuhan dampak ekonomi seiring dengan upaya menjaga kualitas penyelenggaraan ajang berpredikat Elite Label Road Race dari World Athletics.

Ia mengatakan bahwa kepercayaan pelari dibangun melalui konsistensi standar penyelenggaraan mulai dari keselamatan, kenyamanan rute, hingga kelancaran manajemen event.

“Standar tersebut akan terus kami tingkatkan agar Maybank Marathon terus memberikan pengalaman terbaik bagi peserta sekaligus dampak positif yang semakin luas dirasakan bagi Bali sebagai tuan rumah,” kata Bambang.

Baca juga: Maybank Marathon libatkan pelari untuk perluas dampak keberlanjutan

Baca juga: Allianz dan Maybank luncurkan investasi global berbasis dolar AS

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya