Jakarta, NU Online
Buku Haqqul Mar’ah fil Islam atau Hak Perempuan dalam Islam karya ulama asal Turki, Syekh Muhammad Fadhil Al-Jailani Al-Hasani At-Tilani, resmi diluncurkan di Indonesia. Buku tersebut sekaligus diserahterimakan kepada Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU dalam rangkaian Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (19/9/2026).
Buku tersebut membahas hak-hak perempuan dalam Islam, termasuk pandangan ulama mengenai posisi dan kemuliaan perempuan. Kehadiran buku ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman mengenai hak perempuan dalam khazanah keislaman.
Syekh Fadhil Al-Jailani mengatakan, buku tersebut merupakan hasil diskusinya dengan Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengenai berbagai persoalan yang dihadapi perempuan.
Ia menambahkan, buku tersebut membahas hak-hak perempuan dalam Islam sebagai bentuk perwujudan hak yang selama ini diasumsikan dipinggirkan atau direndahkan.
“Buku ini merupakan hasil diskusi saya dengan Ibu Khofifah mengenai masalah-masalah yang ada pada perempuan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa hak-hak perempuan dalam Islam sesungguhnya dimuliakan dan diperjuangkan oleh para ulama serta mendapat perhatian dari mayoritas ulama di dunia.
“Buku ini menjelaskan mengenai hak pada kalangan perempuan sesungguhnya dimuliakan, diperjuangkan oleh ulama-ulama kita dan juga pandangan-pandangan mayoritas ulama yang ada di dunia ini,” tuturnya.
Tekankan Peran Strategis Perempuan
Sementara itu, Ketua PP Muslimat NU Arifatul Choiri Fauzi menyampaikan bahwa Syekh Fadhil menekankan pentingnya peran perempuan dalam kehidupan masyarakat.
“Syekh Fadhil dari Turki, beliau datang langsung dari Turki. Beliau juga menyampaikan bahwa perempuan ini punya peran yang sangat strategis,” katanya.
Arifatul juga mengatakan bahwa Syekh Fadhil menyampaikan ijazah berupa anjuran membaca shalawat Nabi sebanyak 313 kali setiap hari.
Menurutnya, amalan tersebut diharapkan menjadi salah satu ikhtiar untuk membentengi umat dari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Beliau juga menyampaikan beberapa ijazah, salah satunya adalah kita diminta membaca shalawat Nabi sebanyak 313 setiap hari. Ini yang akan membentengi kita agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.
Acara tersebut dihadiri Dewan Penasihat PP Muslimat NU Nyai Machfudhoh Aly Ubaid, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Prof Kamaruddin Amin, KH Das’ad Latif, Helmi Halimatul Udhmah, Nasaruddin Umar, Fatma Saifullah Yusuf, serta ribuan kader Muslimat NU se-Jabodetabek.

45 menit yang lalu
2



English (US) ·
Indonesian (ID) ·