Arifah Fauzi Ajak Muslimat NU Perkuat Pendidikan Agama dan Karakter Anak

3 jam yang lalu 1

Jakarta, NU Online

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU Arifatul Choiri Fauzi mendorong kader Muslimat NU memperkuat pendidikan agama, akhlaqul karimah, dan budi pekerti sebagai benteng bagi anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi.


Arifatul menilai tantangan orang tua saat ini semakin berat. Menurutnya, sebagian keluarga masih lebih menitikberatkan keberhasilan anak pada capaian akademik, sementara penguatan fondasi karakter dan nilai-nilai kehidupan kurang mendapat perhatian.


“Banyak keluarga hanya bangga dengan prestasi akademik anak-anaknya. ‘Oh, anak saya juara ini, juara ini, juara ini’, tetapi lupa menguatkan fondasi yang menjadi benteng untuk anak-anak kita,” ujarnya dalam acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (19/9/2026).


Ia mengatakan, anak-anak saat ini menghadapi tantangan yang luar biasa akibat perkembangan teknologi. Kondisi tersebut, menurutnya, juga menjadi tantangan bagi para orang tua.


“Anak-anak kita mengalami tantangan yang luar biasa dengan kecanggihan teknologi, ini menjadi tantangan yang cukup berat untuk para orang tua,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) itu.


Arifatul mengajak kader Muslimat NU bersama-sama memperkuat ketahanan keluarga dan membentengi anak dari pengaruh negatif teknologi. Menurutnya, perlindungan anak tidak cukup hanya dilakukan dengan membatasi akses secara fisik.


“Bentengnya bukan pagar besi yang tinggi, bentengnya bukan pagar beton yang tinggi. Karena anak-anak kita terlalu canggih, dia punya strategi bagaimana dia bisa melompat dari pagar itu. Tetapi yang harus kita bentengi adalah nilai-nilai agama, akhlaqul karimah, dan budi pekerti. Ini yang mulai rapuh di keluarga-keluarga kita,” tuturnya.


Ia menekankan pentingnya kader Muslimat NU membekali diri agar mampu membimbing dan mengasuh anak sehingga tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif.


“Ayo berikan bekal agar mereka (kader Muslimat NU) bisa membimbing, bisa mengasuh putra-putrinya agar tidak terpengaruh kepada hal-hal yang negatif. Inilah peran penting dari kita semua sebagai orang tua agar anak-anak kita menjadi generasi yang berkualitas untuk menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.


Pentingnya Istiqamah dan Burdah

Sementara itu, Dewan Penasihat PP Muslimat NU Nyai Machfudhoh Aly Ubaid menyampaikan pentingnya menjaga istiqamah dalam menjalankan amal ibadah serta menghidupkan semangat burdah sebagai penguat keluarga.


“Ibu-ibu Muslimat NU ini harus tetap istiqomah, tetap melakukan amal ibadah, semangat burdahnya juga tetap hidup agar jadi penguat untuk keluarga kita. Saya berharap semangat ibu-ibu Muslimat tidak luntur dalam kondisi apa pun,” ujarnya.

Baca Artikel Selengkapnya