BTN terbitkan 9.800 KTM Co-Branding USU perluas dukungan untuk kampus

5 jam yang lalu 2
Langkah itu menjadi bagian dari transformasi BTN dalam memperkuat bisnis transaksional sekaligus membangun hubungan jangka panjang dengan generasi muda

Medan (ANTARA) - PT Bank Tabungan Negara (BTN) memperluas dukungan untuk ekosistem transaksi di lingkungan perguruan tinggi melalui penerbitan sekitar 9.800 Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) Co-Branding bersama Universitas Sumatera Utara (USU).

"Langkah itu menjadi bagian dari transformasi BTN dalam memperkuat bisnis transaksional sekaligus membangun hubungan jangka panjang dengan generasi muda," kata Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu dalam keterangan yang diterima di Medan, Sumut, Sabtu.

Peluncuran KTM dilakukan dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) USU di Medan.

Sebanyak 9.800 KTM tersebut terdiri atas sekitar 8.300 kartu bagi mahasiswa baru dari 16 fakultas dan 1.500 kartu bagi mahasiswa pascasarjana.

KTM Co-Branding USU-BTN mengintegrasikan fungsi identitas mahasiswa dengan akses layanan perbankan BTN. Melalui integrasi tersebut, mahasiswa dapat memanfaatkan KTM untuk mendukung aktivitas transaksi sehari-hari serta mengakses ekosistem digital balé by BTN.

Nixon yang juga alumnus USU menyebutkan kolaborasi tersebut memiliki makna tersendiri baginya.

Di hadapan ribuan mahasiswa baru, Nixon mengenang dirinya pernah menjalani fase yang sama sebagai mahasiswa USU. Ia berpesan kepada mahasiswa agar bekerja keras selama masa kuliah dan kelak dapat membanggakan keluarga.

“Ke depan mahasiswa USU menggunakan kartu tanda mahasiswa yang sekaligus juga berfungsi sebagai ATM. Mudah-mudahan ini menjadi ATM yang dipakai oleh adik-adik dan bisa menggunakan superapps balé by BTN, sehingga nanti banyak program khusus dan diskon khusus buat mahasiswa USU,” katanya.

Kolaborasi dengan USU menjadi bagian dari strategi BTN memperluas perannya sebagai bank transaksional, melengkapi kekuatan perseroan di sektor pembiayaan perumahan.

Baca juga: BTN-PPATK perbaiki 20 rumah tak layak huni bagi keluarga pra sejahtera

Baca juga: BTN bermitra dengan Pemkot Padang memperluas layanan KPR hingga UMKM

Ekosistem perguruan tinggi menjadi salah satu segmen strategis untuk meningkatkan transaksi dan penghimpunan dana murah sekaligus memperluas basis nasabah BTN.

Bagi BTN, hubungan dengan mahasiswa juga dibangun untuk jangka panjang, mulai dari kebutuhan transaksi selama kuliah, memasuki dunia kerja dan membangun usaha, hingga pada fase berikutnya memiliki rumah pertama.

Kolaborasi dengan USU melanjutkan strategi BTN memperkuat dukungan ke ekosistem perguruan tinggi di Indonesia.

Pada Agustus 2026, BTN juga meluncurkan KTM Co-Branding bersama Universitas Diponegoro (Undip) untuk sekitar 17.000 mahasiswa baru dan menghadirkan KTM terintegrasi bagi hampir 12.000 mahasiswa baru Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Dengan tambahan sekitar 9.800 KTM USU, sekitar 38.800 KTM Co-Branding BTN diluncurkan melalui kolaborasi dengan ketiga perguruan tinggi tersebut pada Agustus 2026.

Ekspansi ini sekaligus menjadi pintu masuk BTN untuk memperbesar ekosistem transaksi dan memperkenalkan layanan keuangan kepada generasi muda.

Ke depan, kolaborasi BTN dan USU akan diperluas mencakup digitalisasi layanan keuangan, literasi finansial, pengembangan kewirausahaan mahasiswa, hingga layanan bagi sivitas akademika dan alumni. BTN pun menargetkan dapat menjadi strategic banking partner bagi USU.

Selain peluncuran KTM, BTN menyerahkan 10 unit Lahsamor, alat pengolah sampah organik untuk mendukung pengelolaan lingkungan di USU.

Inisiatif tersebut sejalan dengan semangat BTN untuk mendukung keberlanjutan melalui perluasan peran perseroan dalam memberikan nilai tambah ekonomi, sosial dan lingkungan bagi masyarakat.

Baca juga: Menteri PKP: BTN salurkan KPR subsidi terbanyak hingga Juli 2026

Baca juga: Sebanyak 30.203 debitur BTN ikuti akad massal KPR subsidi di Batang

Pewarta: Juraidi
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya