Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan ekonomi Jawa Timur triwulan II 2026 terhadap triwulan II 2025 (year-on-year/yoy) mengalami pertumbuhan sebesar 5,72 persen.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp930 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp538,59 triliun.
"Semua lapangan usaha mengalami pertumbuhan ekonomi positif kecuali Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Jatim Herum Fajarwati dalam konferensi pers di Surabaya, Rabu.
Menurut lapangan usaha, Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian terkontraksi sebesar 4,89 persen, sedangkan lainnya tumbuh signifikan.
Baca juga: BPS: Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen pada triwulan II 2026
Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah Pengadaan Listrik dan Gas yang sebesar 16,86 persen, diikuti Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tumbuh 10,99 persen.
Kemudian Lapangan Usaha Konstruksi tumbuh sebesar 8,41 persen serta Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi tumbuh sebesar 7,44 persen.
Berdasarkan pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) yang tumbuh sebesar 19,35 persen, diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 9,24 persen, dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 8,86 persen.
Selanjutnya juga Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 5,59 persen dan Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 5,37 persen, sedangkan Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor pengurang dalam PDRB tumbuh sebesar 8,07 persen.
Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·