BI sebut nilai ekonomi syariah semakin relevan secara global

58 menit yang lalu 1
Jangan melihat ekonomi dan keuangan syariah hanya untuk agama tertentu

Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) -

Bank Indonesia menyebutkan nilai-nilai yang melekat dalam ekonomi dan keuangan syariah semakin relevan secara global karena menekankan prinsip inklusivitas, keberlanjutan, dan keadilan yang dibutuhkan dalam aktivitas ekonomi modern.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan potensi ekonomi dan keuangan syariah tidak terbatas pada kelompok atau negara tertentu karena produk syariah telah diterima oleh pasar yang lebih luas.

"Jangan melihat ekonomi dan keuangan syariah hanya untuk agama tertentu, karena secara global ketika Indonesia menerbitkan sukuk global maupun sukuk ritel, ternyata yang membeli bukan hanya negara-negara Muslim," kata Destry dalam pembukaan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Jawa 2026 di Surabaya, Sabtu.

Ia mengatakan prinsip tersebut juga terlihat pada produk modest fashion dan berbagai produk halal yang konsumennya tidak hanya berasal dari masyarakat Muslim karena nilai yang ditawarkan sejalan dengan kebutuhan ekonomi global.

Destry menjelaskan terdapat tiga prinsip utama yang membuat ekonomi dan keuangan syariah semakin relevan yakni inklusif dengan membuka akses bagi seluruh segmen masyarakat, berkelanjutan dengan memperhatikan lingkungan, serta adil dalam pembagian manfaat dan risiko.

Menurut dia, prinsip inklusivitas memastikan produk ekonomi maupun keuangan syariah dapat diakses berbagai lapisan masyarakat sehingga manfaat aktivitas ekonomi tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu.

Sementara prinsip keberlanjutan mendorong kegiatan ekonomi untuk menjaga lingkungan dan memastikan pemanfaatan sumber daya dapat berlangsung dalam jangka panjang, yang kini menjadi perhatian masyarakat global.

"Yang ketiga adalah fairness, harus adil, tidak bisa satu sisi menikmati keuntungan besar sementara yang lain tidak, dan di situlah kemudian masuk perlindungan konsumen," ujarnya.

Destry menilai kombinasi prinsip inklusif, berkelanjutan, dan adil ini membuat nilai-nilai ekonomi syariah semakin banyak diadopsi dalam praktik bisnis dan produk keuangan konvensional.

Oleh sebab itu, ia menekankan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah tidak hanya berpotensi memperluas pasar produk halal dan pembiayaan syariah tetapi juga dapat memperkuat praktik ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat.

Baca juga: BI: Jatim punya modal besar perkuat ekonomi syariah nasional

Baca juga: BI Jatim: Ekonomi syariah harus berdampak nyata bagi masyarakat

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya