Bersejarah, Fatima Zahra El Mansouri Jadi Perdana Menteri Perempuan Pertama Maroko

19 menit yang lalu 1

Raja Maroko Mohammed VI telah menunjuk Fatima Zahra El Mansouri (50 tahun) sebagai perdana menteri.

REPUBLIKA.CO.ID, RABAT — Raja Maroko Mohammed VI telah menunjuk Fatima Zahra El Mansouri (50 tahun) sebagai perdana menteri, menjadikannya perempuan pertama yang menyandang jabatan tersebut. Penobatan Fatima dilakukan setelah partainya, yakni Authenticity and Modernity Party (Pam), memenangkan pemilu parlemen pekan lalu.

Dalam keterangannya, kabinet kerajaan Maroko mengatakan, Fatima telah diterima Raja Mohammed VI di istana kerajaan pada Selasa (29/9/2026). “(Fatima) ditugaskan untuk membentuk pemerintahan baru,” ungkapnya, dikutip laman Al Arabiya.

Pada konferensi pers kemenangan, sebelum pengumumannya sebagai perdana menteri, Fatima sempat ditanya apakah negara perlu membuat perubahan untuk mengakomodasinya dalam upacara keagamaan Muslim yang dihadiri oleh Raja. Dia tidak langsung menjawab pertanyaan itu. Fatima hanya menyampaikan bahwa Raja Maroko merupakan “advokat terbesar untuk perempuan” di negara tersebut.

"Yang Mulia adalah pemegang kebijaksanaan. Jika saya dipercayakan dengan tanggung jawab kepala pemerintahan, itu akan menjadi kehormatan besar," kata Fatima, dikutip laman BBC.

Fatima bukanlah politisi baru dalam dunia perpolitikan Maroko. Dia telah menjabat wali kota Marrakesh selama beberapa tahun. Fatima juga menjabat sebagai menteri dalam pemerintahan koalisi sebelumnya.

Fatima adalah salah satu politisi perempuan paling terkemuka di Maroko. Dia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Mohammed V di ibu kota, Rabat. Fatima kemudian melanjutkan pendidikannya di Prancis serta Amerika Serikat (AS), dengan spesialisasi dalam hukum bisnis dan perusahaan.

Baca Artikel Selengkapnya