Baca Doa Rasulullah saw agar Perjalanan Dimudahkan

1 jam yang lalu 1

Jakarta, NU Online

Hari Ahad menjadi momentum bepergian, baik untuk liburan atau malah kembali ke perantauan. Perjalanan jauh dengan kendaraan darat, laut, ataupun udara diharapkan selamat hingga tujuan. Agar dimudahkan dalam perjalanannya, umat Islam bukan saja dituntut untuk ikhtiar secara lahir, tetapi juga perlu berdoa kepada Allah swt.


"Sebagian riwayat menyebut perjalanan merupakan setengah dari siksa karena pada perjalanan zaman itu asumsinya terdapat potensi kesulitan dan kendala seperti cuaca panas atau dingin, ketersediaan perbekalan di jalan, ancaman binatang buas dan ancaman begal," tulis Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) Ustadz Alhafiz Kurniawan, dalam artikelnya berjudul Doa Kemudahan Perjalanan, yang dikutip NU Online pada Ahad (27/9/2026).


Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa Islam menganjurkan umatnya untuk berdoa kepada Allah swt supaya lancar dalam perjalanannya. "Agar kita tidak menemukan kesulitan yang berarti dalam perjalanan yang akan kita tempuh," lanjut Redaktur Pelaksana Keislaman NU Online itu.


Ustadz Alhafiz menjelaskan bahwa doa orang dalam perjalanan merupakan salah satu doa yang diijabahnya tidak diragukan lagi. Hal tersebut berdasarkan hadits yang diriwayatkan Imam Abu Dawud, Imam Tirmidzi, dan Imam Ibnu Majah. Dalam hadits tersebut, ada tiga doa yang kemustajabannya tidak diragukan lagi, yaitu doa orang teraniaya, doa musafir, dan doa orang tua untuk anaknya.


Adapun doa Rasulullah saw agar perjalanan dimudahkan yang dapat dibaca ketika menempuh perjalanan adalah sebagai berikut.


اَللَّهُمَّ بِكَ أَسْتَعِيْنُ، وَعَلَيْكَ أَتَوَكَّلُ، اَللَّهُمَّ ذَلِّلْ لِي صُعُوْبَةَ أَمْرِيْ، وَسَهِّلْ عَلَيَّ مَشَقَّةَ سَفَرِيْ، وَارْزُقْنِيْ مِنَ الخَيْرِ أَكْثَرَ مِمَّا أَطْلُبُ، وَاصْرِفْ عَنِّي كُلَّ شَرٍّ، رَبِّ اشْرَحْ لِيِ صَدْرِيْ، وَيَسِّرْ لِيْ أَمْرِيْ


Allāhumma bika asta‘īnu, wa ‘alaika atawakkalu. Allāhumma żallil lī ṣu‘ūbata amrī, wa sahhil ‘alayya masyaqqata safarī, warzuqnī minal khairi mim mā aṭlubu, waṣrif ‘annī kulla ṣyarr, rabbiṣraḥlī ṣadrī wa yassir lī amrī.


Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu aku memohon pertolongan dan kepada-Mu aku berpasrah. Ya Allah, ringankan kesulitan pada urusanku, mudahkanlah kendala perjalananku, karuniakanlah kebaikan bagiku melebihi apa yang kuminta, palingkanlah segala keburukan dariku. Tuhanku, lapangkanlah hatiku dan mudahkanlah urusanku.”


"Demikian keterangan Nabi Muhammad saw terkait kemudahan dalam perjalanan. Semoga Allah menyelamatkan dan memudahkan perjalanan bagi kita semua berkat mengamalkan doa ini," pungkasnya.

Baca Artikel Selengkapnya