Jakarta, CNN Indonesia --
Ayah dari kopilot Learjet 60 yang jatuh dan meledak di Greenacres, Florida, Nathalia Filgueiras, Allan Filgueiras, menangis saat menceritakan kisah putrinya.
Nathalia merupakan satu dari sembilan orang yang tewas dalam kecelakaan Learjet 60 pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Allan kemudian tak sanggup menahan air matanya saat menceritakan sang anak yang masih 20 tahun ikut tewas dalam kecelakaan pesawat jet pribadi tersebut.
"Dia (Nathalia) dianugerahi bakat dan belahan jiwa saya. Saya ingin sekali berada di sisinya, berada di dalam pesawat untuk menolongnya," kata Allan sembari menangis, seperti dikutip dari CNN.
"Saya seharusnya berada di sampingnya," ia melanjutkan kalimatnya dengan dengan ucapan yang terbata-bata.
Dalam wawancara lanjutan Allan kembali mengungkapkan rasa duka mendalam kehilangan sang anak kesayangannya tersebut.
"Saya masih bertanya-tanya kepada diri saya, bagaimana ini bisa terjadi?" kata Nathalia.
Learjet 60 jatuh menghantam tanah dengan kecepatan 137 meter per detik dan meledak.
Semua penumpang yang berjumlah sembilan orang termasuk pilot dan kopilot tewas dalam kecelakaan tersebut.
Gubernur Florida Ron DeSantis mengatakan kecelakaan pesawat Learjet 60 itu sangat mengerikan.
"Itu adalah kecelakaan pesawat yang sangat dahsyat. Pesawat itu tampak seperti rudal yang jatuh," ujar Gubernur Ron DeSantis.
Pesawat Learjet 60 itu mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan dari Austin, Texas, menuju Bahama pada Minggu. Learjet 60 kemudian jatuh dari dari udara, menciptakan kawah besar di dekat kendaraan yang sedang melintas di Palm Beach County, Florida.
(bac)

1 jam yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·