Airlangga: Target kredit Rp400 triliun untuk tingkatkan daya beli

1 jam yang lalu 2
Jadi nanti kita akan menambahkan lagi (kredit) dan membagi kepada sektornya masing-masing karena Bapak Presiden kan minta agar ujungnya masyarakat punya literasi keuangan dan punya uang untuk spending (belanja)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, target penyaluran kredit hingga Rp400 triliun yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto pada 2027 bertujuan memperluas akses pembiayaan masyarakat sekaligus meningkatkan daya beli.

"Jadi nanti kita akan menambahkan lagi (kredit) dan membagi kepada sektornya masing-masing karena Bapak Presiden kan minta agar ujungnya masyarakat punya literasi keuangan dan punya uang untuk spending (belanja)," kata Airlangga saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat.

Menko Airlangga mengatakan, saat ini pemerintah telah memiliki program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan plafon mencapai Rp300 triliun.

Pemerintah juga telah menambahkan alokasi Rp50 triliun untuk sektor perumahan. Ke depan, pemerintah bakal mengkaji kebutuhan pembiayaan di setiap sektor untuk menentukan penambahan kredit.

KUR sendiri menjadi salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan, meski pemerintah membuka kemungkinan menggunakan skema pembiayaan lainnya.

"Salah satunya. Nanti kita lihat yang lain kita bisa tambahkan," kata dia.

Airlangga juga menyebut penyaluran kredit tersebut berpotensi mencakup kebutuhan masyarakat melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Namun, ia belum menjelaskan secara rinci skema penyaluran kredit maupun besaran alokasinya.

"Nanti kita lihat yang penting termasuk Kopdes kan itu untuk kebutuhan masyarakat. Nanti kita lihat ya," ujarnya.

Saat acara Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) Tahun 2026 di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis lalu (22/10), Presiden Prabowo Subianto menargetkan penyaluran kredit/pinjaman produktif untuk usaha rakyat hingga Rp400 triliun dapat disalurkan kepada 28 juta keluarga sebagai penerima manfaat pada tahun 2027.

Pinjaman produktif itu akan menyasar petani, nelayan, masyarakat di daerah-daerah terluar, tertinggal, terdepan (3T), mereka yang ada di daerah-daerah terpencil, masyarakat pedesaan, dan masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan.

"Di tahun yang akan datang, rencana kita, sasaran kita, Insyaallah terwujud, saya ingin menyalurkan Rp400 triliun kepada para petani, nelayan, dan mereka-mereka yang berada di pedesaan, dan di daerah-daerah terpencil, dan daerah-daerah yang tertinggal, juga di daerah-daerah perkotaan (untuk, red.) mereka yang berpenghasilan rendah. Ini nanti sasarannya kurang lebih 28 juta keluarga, kalau dengan istri dan anak, itu berarti dikali 4, kurang lebih 100 juta rakyat kita. Itu kemampuan kita sekarang," kata Prabowo.

Baca juga: Program rekening massal bisa dongkrak inklusi keuangan jadi 99 persen

Baca juga: Penyaluran KUR capai Rp257,84 triliun hingga 20 Oktober 2026

Baca juga: Pemerintah siapkan Rp1,28 T untuk Program Satu Orang Satu Rekening

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya