REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH — Kepala Komisi Urusan Tahanan Palestina, Raed Abu al-Hummus mengungkapkan, saat ini terdapat 4.769 pemuda dan pemudi Palestina yang ditahan di penjara Israel. Menurut dia, tahanan dari kelompok muda turut menyumbang angka kematian warga Palestina di penjara Israel.
“Jumlah tahanan laki-laki muda di penjara Israel antara usia 18 dan 40 tahun mencapai 4.713, sementara jumlah tahanan perempuan muda adalah 56," kata Abu al-Hummus, Rabu (12/8/2026), dilaporkan Anadolu Agency.
Hal itu diungkap Abu al-Hummus dalam rangka Hari Pemuda Internasional yang diperingati setiap 12 Agustus. Dia mengatakan, dari 91 tahanan Palestina yang terbunuh di penjara Israel sejak Oktober 2023, 41 di antaranya merupakan pemuda.
"Mayat 40 dari mereka masih ditahan oleh otoritas Israel, bersama dengan puluhan mayat tahanan dari berbagai kelompok usia," ujar Abu al-Hummus.
Menurut dia, para pemuda Palestina memiliki hak yang sama untuk memperingati Hari Pemuda Internasional. “Adalah hak semua pemuda Palestina untuk menandai hari ini seperti semua pemuda di seluruh dunia, untuk bermimpi, dan merencanakan masa depan yang cerah, bebas dari semua bahaya serta bentuk ancaman yang ditimbulkan pendudukan (Israel) pada mereka dan pada seluruh rakyat Palestina," kata Abu al-Hummus.
“Hak untuk hidup, kebebasan, pekerjaan dan gerakan dijamin oleh norma dan konvensi internasional, dan ini harus diwujudkan dalam kehidupan pemuda kita," tambah Abu al-Hummus.
Tahanan Palestina yang dibebaskan sebagai bagian gencatan senjata tiba di Jalur Gaza melalui penyeberangan Kerem Shalom, mencapai Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Gaza selatan, Senin (13/10/2025).
Dia menegaskan, keberadaan kelompok pemuda adalah elemen penting dalam perjuangan Palestina. “Pemuda Palestina adalah tulang punggung perjuangan rakyat Palestina dan pejuang sejati untuk pembebasan dari pendudukan, ketidakadilan dan penindasan,” ujarnya.
"Mereka akan tetap demikian sampai harapan dan impian mereka akan kebebasan dan kemerdekaan terwujud, dan sampai mereka mencapai kehidupan normal dalam keamanan dan stabilitas," sambung Abu al-Hummus.
Dia meminta lembaga-lembaga internasional, terutama organisasi yang berfokus pada pemuda, menolak penargetan pemuda Palestina dan mengangkat suara mereka. Terutama suara soal hak mereka untuk hidup bebas dari pembatasan yang diberlakukan pendudukan Israel.
Menurut kelompok hak asasi manusia Palestina dan Israel, lebih dari 9.400 tahanan Palestina ditahan di penjara Israel, termasuk 92 wanita dan lebih dari 370 anak-anak. Mereka menghadapi penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis. Hal itu mengakibatkan puluhan tahanan Palestina terbunuh di penjara Israel.
Israel telah meningkatkan pelanggaran terhadap tahanan Palestina sejak meluncurkan agresi ke Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023.

1 jam yang lalu
4







English (US) ·
Indonesian (ID) ·