Ukraina Ikut Girang Inggris Berhasil Cegat Kapal Tanker Rusia

1 jam yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiga mengapresiasi langkah Inggris mencegat atau mengintersepsi kapal tanker diduga milik armada bayangan Rusia di Selat Inggris pada Minggu (14/6).

Alasan Inggris mencegat kapal tersebut karena masih terkena sanksi yang 

"Kapal tanker Rusia adalah instrumen perang. Setiap kapal yang berhasil dihentikan berarti melemahkan keuangan mesin perang Rusia," tulis Sybiga di akun sosial medianya, dikutip AFP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memutus aliran uang ini membantu mereduksi kemampuan Rusia membiayai serangan rudal dan pesawat tak berawak terhadap kota-kota di Ukraina."

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Inggris menyebut angkatan bersenjata mereka telah mencegat kapal tanker yang masih terkena sanksi yang diduga milik armada bayangan Rusia di Selat Inggris pada Minggu (14/6).

Operasi itu berlangsung sekitar enam jam pada dini hari. Operasi itu militer Inggris mengerahkan helikopter Chinook dan kapal fregat HMS Sutherland milik Angkatan Laut Inggris.

"Dalam operasi pertama yang dipimpin Inggris, kapal SMYRTOS dinaiki oleh Komando Marinir Kerajaan dan aparat penegak hukum yang terlatih khusus dari Badan Kejahatan Nasional, meskipun Rusia telah berupaya keras untuk menghindari sanksi dan terus memicu perang barbar mereka dengan Ukraina," kata pernyataan Kemenhan Inggris dikutip dari AFP, Minggu (14/6).

Saat ini, kapal tersebut akan dipindahkan ke tempat berlabuh di lepas pantai selatan Inggris dan dilakukan pemantauan.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan operasi itu merupakan pukulan bagi Rusia.

Menhan Inggris Dan Jarvis menyebut Rusia bergantung pada armada bayangannya untuk mendanai konflik mereka di Ukraina, sehingga menurutnya mengganggu armada bayangan pun dapat menekan sumber daya yang menopang agresi Rusia di Ukraina dan mengurangi kapasitasnya untuk mengancam keamanan di seluruh Eropa dan sekitarnya.

"Dan pencegatan kami memberikan pukulan telak bagi perang ilegal Putin," kata dia.

Inggris telah menjatuhkan sanksi atas ratusan kapal yang diduga milik armada bayangan Rusia yang dijatuhkan sanksi untuk menghindari embargo dari negara-negara di Eropa buntut invasi mereka ke Ukraina pada 2022.

Pemerintah Inggris juga menyatakan kapal-kapal tersebut diduga telah merusak kabel bawah laut di Laut Baltik. Sejak 2023, telah terjadi serangkaian insiden laut di Laut Baltik, di mana kabel bawah laut dan saluran listrik rusak.

Mantan Menteri Pertahanan John Healey, mengatakan pada bulan April lalu, mereka telah melacak dan mencegah tiga kapal selam Rusia dalam dugaan 'operasi rahasia' selama sebulan di perairan Inggris di Atlantik Utara dekat kabel dan pipa bawah laut yang vital.

Mereka pun akan mengusulkan peraturan baru yang bertujuan mencegah 'Rusia dan negara-negara musuh lainnya' dari sabotase kabel internet bawah laut yang vital.

(afp/mnf/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Baca Artikel Selengkapnya