UEA Minta Maaf Bikin Panik Salah Kirim Peringatan Rudal ke Warga

1 jam yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Otoritas Uni Emirat Arab (UEA) menyampaikan permintaan maaf setelah "pesan peringatan yang keliru" mengenai potensi serangan rudal memicu kepanikan di kalangan warga, Jumat (27/6).

Pesan resmi tersebut dikirim ke telepon seluler warga, berisi peringatan tentang "potensi ancaman rudal" dan disertai suara sirene yang nyaring.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ini merupakan peringatan pertama yang diterbitkan dalam lebih dari satu bulan terakhir, dan terjadi kala Amerika Serikat dan Iran saling serang lagi meski baru saja meneken nota kesepahaman (MoU) untuk gencatan senjata dan mengakhiri perang.

Peringatan semacam itu sempat menjadi hal yang umum selama perang di Timur Tengah, ketika Iran meluncurkan lebih dari 2.800 drone dan rudal ke arah UEA. Sebagian besar serangan tersebut berhasil dicegat.

Namun, tak lama setelah pesan pertama dikirim pada Jumat, otoritas kembali mengirim pemberitahuan yang meminta warga "mengabaikan peringatan sebelumnya".

Dikutip AFP pada Sabtu (27/6), otoritas UEA penanggulangan keadaan darurat kemudian menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut.

"Otoritas Nasional Penanggulangan Krisis dan Bencana (National Emergency Crisis and Disaster Management Authority) bersama instansi terkait menyampaikan permohonan maaf atas gangguan teknis yang tidak disengaja ini," demikian bunyi pernyataan yang diunggah melalui X.

Pernyataan itu menjelaskan bahwa "gangguan teknis mendadak pada sistem peringatan dini" telah ditangani dan diatasi oleh otoritas terkait.

UEA, negara kaya minyak yang seperti sejumlah negara Teluk lainnya menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat, berada di garis depan serangan balasan Iran atas serangan AS-Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengunjungi Abu Dhabi pekan ini dalam rangkaian lawatan yang bertujuan meyakinkan negara-negara Teluk yang terdampak konflik terkait proses perundingan damai dengan Iran.

(rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Baca Artikel Selengkapnya