'Trump Always Chicken Out': Kala Pasar Sudah tak Lagi Percaya Kebohongan Donald Trump

2 minggu yang lalu 16

Video Presiden AS Donald Trump memberikan sambutan di Saudi Investor Forum di Miami, Florida, AS, Jumat (27/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID,NEW YORK — Di balik gejolak pasar energi global yang terus dinamis di tengah perang, sebuah pola manipulasi informasi  mulai terendus oleh para pemain di Wall Street. Para pialang menyebutnya sebagai "TACO" (Trump Always Chickens Out). Pola ini menjadi sorotan setelah serangkaian klaim perdamaian dari Gedung Putih terbukti hanya menjadi alat untuk menekan harga minyak secara artifisial, sementara para "orang dalam" meraup keuntungan fantastis dari informasi tersebut.

Salah satu insiden paling mencolok terjadi pada Senin (23/3/2026) pagi waktu New York. Dalam jeda waktu hanya 60 detik, sekitar 6.200 kontrak berjangka minyak senilai 580 juta dolar AS diperdagangkan secara masif. Tidak ada pengumuman resmi atau rilis data ekonomi saat itu. Namun, tepat 15 menit kemudian, Presiden Donald Trump mengumumkan melalui Truth Social bahwa AS dan Iran telah mengadakan "percakapan yang sangat baik dan produktif" untuk mengakhiri perang, dilansir dari Al Mayadeen.

Hasilnya? Harga minyak anjlok 15 persen dalam satu jam. Sementara itu, pasar ekuitas global melonjak seketika. Kegembiraan itu sirna dalam waktu kurang dari 24 jam setelah Iran membantah adanya pembicaraan tersebut. Harga minyak pun kembali merangkak naik.

Hilangnya kredibilitas

Pola ini bukan sekali terjadi. Sejak pecahnya perang pada 28 Februari, pemerintahan Trump dinilai menggunakan pola yang konsisten: eskalasi yang memicu kepanikan pasar, diikuti de-eskalasi verbal (meski palsu) yang memicu reli pasar.

Beberapa titik manipulatif Gedung Putih, yakni:

  • 9 Maret: Trump mengeklaim perang "hampir selesai," membuat minyak jatuh dari 100 dolar ke 83 dolar AS per barel.
  • 10 Maret: Menteri Energi Chris Wright mengeklaim Angkatan Laut AS berhasil mengawal kapal tanker di Selat Hormuz. Harga minyak jatuh 17 persen sebelum akhirnya postingan tersebut dihapus dan dinyatakan sebagai "salah komunikasi."
  • 23 Maret: Klaim "percakapan produktif" yang bertepatan dengan jendela perdagangan mingguan pasar energi.

Pakar strategi pasar dari Bianco Research, Jim Bianco, menyatakan bahwa kredibilitas pernyataan presiden kini telah runtuh di dunia pasar finansial. "Pernyataan Trump tentang kesepakatan kini dianggap sebagai 'suara bising' (white noise). Pasar hanya akan bergerak jika pihak Iran yang mengonfirmasi bahwa pembicaraan berjalan baik,"tegas dia.

Baca Artikel Selengkapnya