Tolak Gencatan Senjata, Ini Syarat Mutlak Iran Jika AS-Israel Ingin Akhiri Perang

2 minggu yang lalu 8

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengikuti pawai Hari al-Quds di Teheran, Jumat (13/3/2026)?

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa negaranya memiliki niat mengakhiri perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, namun mensyaratkan jaminan bahwa serangan terhadap Iran tak akan lagi terulang. Hingga Rabu (1/4/2026) perang telah memasuki pekan kelima.

"Kami memiliki niat yang dibutuhkan untuk mengakhiri konflik ini, menyediakan syarat esensial, khususnya jaminan diperlukan untuk mencegah berulangnya agresi," kata Pezeshkian saat berbicara melalui sambungan telepon Presiden Dewan Eropa Antonio Costa, dikutip TRT World, Rabu (1/4/2026).

Merespons proposal 15 poin gencatan senjata dari AS pekan lalu, Iran membalasnya dengan lima poin untuk mengakhiri perang dan menetapkan sebuah mekanisme baik Israel dan AS tidak akan lagi melancarkan serangan.

"Solusi untuk menormalisasi situasi adalah dengan menghentikan serangan agresif," kata Pezeshkian.

Senada dengan Peseshkian, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menegaskan pihaknya tidak menginginkan gencatan senjata. Tetapi penghentian perang secara total serta jaminan bebas dari serangan di masa depan dan kompensasi.

Kepada Al Jazeera pada Selasa (31/3/2026), Araghchi mengatakan kontak dengan AS bukanlah negosiasi, melainkan pertukaran pesan, baik secara langsung maupun lewat perantara di kawasan. Araghchi menyebutkan ia terus menerima pesan dari utusan AS Steve Witkoff, tetapi menegaskan bahwa hal itu tidak boleh diartikan sebagai negosiasi formal.

Pesan-pesan tersebut disampaikan melalui kementerian luar negeri, termasuk komunikasi terbatas di antara badan keamanan, tanpa adanya pembicaraan dengan pihak tertentu di dalam negeri. Ia menambahkan pertukaran pesan berlangsung dalam kerangka resmi pemerintah di bawah pengawasan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Menurut Araghchi, pesan tersebut mencakup peringatan dan pandangan bersama yang disampaikan melalui saluran tertentu. Menanggapi laporan bahwa Iran telah merespons 15 usulan AS, ia mengatakan belum ada tanggapan yang dikirim dan Iran belum mengajukan usulan maupun syarat apa pun.

Araghchi menegaskan belum ada keputusan terkait negosiasi dan menekankan bahwa rakyat Iran tidak bisa diancam. Ia juga meminta Presiden AS Donald Trump untuk berbicara dengan hormat.

Terkait keamanan maritim, Menlu Iran itu mengatakan Selat Hormuz sepenuhnya tetap terbuka dan hanya dibatasi bagi pihak-pihak yang melakukan permusuhan terhadap Iran. Ia menambahkan langkah-langkah telah diambil untuk menjamin agar jalur pelayaran itu aman bagi kapal-kapal negara sahabat.

sumber : Antara, Anadolu

Baca Artikel Selengkapnya