Jakarta, CNN Indonesia --
Tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) berpacu untuk segera menyelamatkan korban tertimbun akibat gempa bermagnitudo 7,2 dan 7,5 di Caracas, Venezuela, Rabu (24/6).
Mereka benar-benar menggunakan tangan kosong untuk mencoba menyelamatkan korban selamat dari gedung Residencias Obelisco yang kemungkinan masih hidup. Obelisco merupakan salah satu bangunan yang runtuh siang ini di Caracas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah pukul 23.50 waktu setempat, kelompok penyelamat, dibantu oleh petugas Kepolisian Chacao dan Garda Nasional Bolivarian, berusaha menembus reruntuhan bangunan lima lantai tersebut, yang terletak di Jalan Luis Roche di Altamira, di seberang CAF.
Pada saat itu, mereka berhasil menyelamatkan lima orang, kata seorang petugas Polichacao tanpa menyebutkan kondisi para korban selamat tersebut, dikutip dari media lokal Efecto .
Kurang dari 50 meter dari hunian Obelisco, tragedi meluas ke gedung Petunia I, di jalan transversal Los Palos Grandes, yang runtuh lantai demi lantai hingga menjadi puing beton tempat kelompok petugas pemadam kebakaran, perlindungan sipil, dan sukarelawan melakukan apa yang mereka bisa.
Sedikitnya 17 penghuni gedung Petunia yang memiliki 14 lantai, telah diselamatkan dan dibawa ke Klinik Ávila untuk perawatan.
Erick Martinez, seorang penghuni Petunia 1 selama 14 tahun, adalah salah satu korban yang berhasil diselamatkan malam itu.
Ia sedang menonton Piala Dunia ketika gempa bumi terjadi. Gempa itu begitu kuat dan cepat sehingga ia hampir tidak sempat mencapai pintu untuk berlindung.
Martinez berhasil meminta saudara perempuannya untuk melakukan hal yang sama. Seketika, semuanya runtuh, dan ia terjebak di reruntuhan apartemen tempat tinggalnya di lantai pertama.
Ia mencari cahaya untuk menentukan arah dan mulai membuat suara dengan batu sampai ia terdengar oleh sukarelawan dan petugas pemadam kebakaran di luar.
(bac)
Add
as a preferred source on Google

2 jam yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·