Terungkap, Strategi CIA Menembus Lingkar Dalam Pemimpin Dunia Lewat Access Agent

2 jam yang lalu 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Di balik operasi intelijen yang tampak senyap, terdapat strategi yang jauh dari bayangan populer tentang mata-mata ala film. Bukan selalu agen lapangan bersenjata atau penyusup beridentitas ganda, melainkan sosok yang justru berada sangat dekat dengan pusat kekuasaan, orang-orang yang memiliki akses, kepercayaan, dan kehadiran yang dianggap wajar oleh para elite.

Konsep inilah yang dalam dunia intelijen dikenal sebagai access agent atau agen penghubung. Strategi ini kembali menjadi sorotan setelah diungkap oleh mantan pejabat kontraterorisme Central Intelligence Agency (CIA), John Kiriakou, dalam sebuah podcast yang tayang di YouTube beberapa waktu lalu.

Menurut Kiriakou, dalam praktik intelijen modern, merekrut tokoh utama seperti kepala negara, menteri, atau elite global bukanlah pilihan realistis. Bukan semata karena keamanan mereka ketat, tetapi juga karena motivasi klasik seperti uang tidak lagi efektif bagi kalangan tersebut.

“Anda tidak bisa merekrut orang-orang seperti itu. Mereka tidak membutuhkan uang. Jadi uang tidak akan memotivasi mereka,” ujar Kiriakou.

Sebagai gantinya, lembaga intelijen akan mencari celah di lingkar terdekat mereka, orang yang memiliki akses rutin, yang hadir dalam keseharian, dan yang tidak menimbulkan kecurigaan. Sosok ini bisa berupa staf, asisten, hingga pekerja teknis yang berinteraksi langsung dengan lingkungan kekuasaan.

Kiriakou menggambarkan, agen penghubung adalah mereka yang “bisa makan bersama mereka, membuat mereka nyaman, masuk dan keluar tanpa dicurigai, dan kemudian melaporkan apa yang mereka lihat dan dengar.”

Strategi ini, menurutnya, sering kali jauh lebih efektif dibandingkan upaya rekrutmen langsung terhadap figur utama. Informasi yang diperoleh bukan hanya dokumen formal, tetapi juga dinamika internal, percakapan informal, hingga arah kebijakan yang belum dipublikasikan.

Baca Artikel Selengkapnya