Ilustrasi siber.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketegangan antara China dan Uni Eropa kembali meningkat menyusul rancangan revisi Undang-Undang Keamanan Siber Uni Eropa. Beijing menyampaikan keberatan resmi dan meminta agar pandangannya dipertimbangkan secara serius.
Kementerian Perdagangan China menyatakan telah mengajukan komentar kepada Komisi Eropa. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers rutin oleh juru bicara kementerian.
Dalam keterangannya, pihak China menyoroti sejumlah ketentuan dalam rancangan regulasi tersebut. Beijing menilai aturan itu berpotensi berdampak pada perusahaan-perusahaan asal China.
Juru Bicara Kementerian Perdagangan China He Yongqian mengatakan dalam konferensi pers bahwa UE harus sangat memperhatikan dan mempertimbangkan dengan serius komentar dan amandemen yang diusulkan China.
"Jika perusahaan-perusahaan China mengalami perlakuan diskriminatif sebagai akibatnya, China dapat mengambil tindakan sesuai dengan Undang-Undang Perdagangan Luar Negeri dan peraturan Dewan Negara tentang keamanan industri dan rantai pasokan untuk melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan-perusahaan China," katanya.
Menurut pemerintah China, kebijakan tersebut perlu dikaji secara menyeluruh agar tidak menimbulkan perlakuan yang tidak setara. Isu ini dinilai penting dalam menjaga hubungan ekonomi kedua pihak.
China juga mengisyaratkan kemungkinan langkah lanjutan jika kepentingan perusahaannya terdampak. Langkah tersebut disebut akan mengacu pada kerangka hukum domestik yang berlaku.
Meski demikian, Beijing tetap menekankan pentingnya dialog. China menyatakan kesiapan untuk menyelesaikan perbedaan melalui konsultasi dengan Uni Eropa.
Isu ini muncul di tengah upaya Uni Eropa memperkuat regulasi teknologi. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan keamanan siber kawasan.
Uni Eropa dalam beberapa tahun terakhir mendorong pendekatan “de-risking”. Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan pada teknologi dari luar kawasan.
Namun, pendekatan ini menuai perhatian dari China. Beijing menilai langkah tersebut dapat berdampak pada stabilitas kerja sama ekonomi.
sumber : Xinhua

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·