REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Kelompok pejuang Hizbullah di Lebanon pada Senin (30/3/2026) berhasil memancing pasukan IDF untuk kemudian melakukan penyergapan mamatikan di kota Beit Lif. Menurut investigasi Angkatan Darat Israel, penyergapan itu menewaskan empat orang termasuk satu komandan tempur.
Investigasi IDF dirilis pada Selasa (31/3/2026) bersamaan dengan terus berlanjutnya pertempuran di beberapa front di selatan Lebanon.
"Pasukan saat itu beroperasi di kawasan Beit Lif. Sekitar 18:30, mereka disergap musuh pada jarak dekat, tiga luka parah, dua luka ringan. Saat proses evakuasi, muncul misil anti-tank yang berusaha menghantam pasukan pengevakuasi. Kawasan Beit Lif dipenuhi oleh militan. Misi dari pasukan IDF adalah merebut posisi kontrol," tulis koran Maariv dilansir The Cradle.
"Pasukan keluar dari sebuah gedung. Elemen pemimpin melintasi sebuah jalan dan bertemu dengan musuh di sana. Tiga terluka dan teridentifikasi di lokasi, dan satu komandan pleton datang untuk menyelamatkan mereka. Mereka pikir baku tembak dari sisi depan, tapi para militan menembakkan senjata dari sisi sayap dan belakang dan menargetkan pasukan," tambah keterangan Maariv.
Pasukan IDF yang disergap Hizbullah berasal dari Unit Nahal Reconnaissance. Koresponden militer Maariv juga mengatakan bahwa saat itu "terjadi beberapa insiden pertempuran tambahan yang melukai empat prajurit," dan menambahkan. "Tiga prajurit reservist dari Brigade 226 di sektor barat terluka oleh ledakan drone di dekat mereka."
Maariv melaporkan, sebuah insiden "sangat sulit" terjadi saat pertempuran menyalak di selatan Lebanon pada Senin petang, dan beberapa helikopter terlihat membawa para prajurit yang terluka ke rumah sakit Israel. Hasil investigasi militer atas insiden penyergapan oleh Hizbullah keluar bersamaan dengan pernyataan Menteri Pertahanan Israel Katz, yang mengatakan bahwa Tel Aviv akan meneguhkan sebuah zona penyangga dan mengontrol kawasan hingga Sungai Litani.
"Pada akhir operasi, Angkatan Darat akan mengontrol area hingga Sungai Ltahi, termasuk jembatan Litani yang tersisa, sambil mengeliminasi pasukan Radwan yang mengilfiltrasi area dan menghancurkan semua senjata di sana," kata Katz.
Menurut Katz, "semua rumah dan desa di dekat perbatasan Lebonon akan dihancurkan merujuk model Rafah dan Beit Hanoun di Gaza, dalam rangka menghilangkan ancaman dekat perbatasan dengan penduduk di utara."
Katz menambahkan, lebih dari 600 ribu warga Lebanon yang terpaksa mengunsi dari rumah mereka saat ini tidak akan diperbolehkan kembali hingga "keamanan" wilayah utara pendudukan Israel terjamin. Pernyataan Katz menyusul perintah dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang memerintahkan perluasan serangan darat di Lebanon.
Sejak Israel melancarkan serangan darat, Hizbullah secara ganas mengonfrontasi IDF dengan beragam jenis serangan mulai dari roket hingga sergapan Pasukan Radwan. Sejak awal Maret 2026, Israel mengakui 10 tentara IDF tewas di selatan Lebanon.

2 minggu yang lalu
8







English (US) ·
Indonesian (ID) ·