SMF salurkan dana PMN 2025 sebesar Rp6,68 triliun untuk FLPP

1 jam yang lalu 1

Jakarta (ANTARA) - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF melaporkan dana penyertaan modal negara (PMN) tahun 2025 sebesar Rp6,68 triliun telah disalurkan seluruhnya untuk mendukung program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan PMN yang diterima perseroan pada 2025 merupakan dana yang secara khusus dialokasikan untuk program FLPP dan tidak digunakan untuk kegiatan komersial perusahaan.

"PMN yang kami terima tahun 2025 ini adalah Rp6,68 triliun dan sudah kami berikan dan sudah dipakai semua pada tanggal 31 Desember 2025 kepada bank-bank penyalur yang membutuhkan dana tersebut," ujar Ananta dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta, Senin.

Ananta mengatakan kebutuhan pendanaan porsi SMF untuk program FLPP pada 2025 mencapai Rp8,03 triliun.

Oleh karena itu, selain PMN, Ananta menyebut perseroan juga melakukan penggalangan dana melalui penerbitan surat utang sebesar Rp1,35 triliun untuk menutup kekurangan kebutuhan pendanaan.

Dengan dukungan PMN dan pendanaan tambahan tersebut, program FLPP pada 2025 ditargetkan dapat mendukung pembiayaan sekitar 194.612 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Ia memaparkan sejak 2018 hingga 2025, SMF telah menerima PMN sebesar Rp17,91 triliun dan menerbitkan surat utang senilai Rp16,64 triliun. Dengan skema tersebut, total dana yang dihimpun mencapai Rp34,37 triliun.

"Dan sudah menghasilkan kurang lebih 904 ribu unit rumah," ujarnya.

Ia menambahkan dana PMN 2025 telah disalurkan kepada 12 bank penyalur KPR FLPP, dengan porsi terbesar diterima PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebesar Rp5,25 triliun, disusul Bank Syariah Nasional (BSN Syariah), Bank BJB, BJB Syariah, Bank Sumsel Babel Syariah, Bank DKI.

Menurut Ananta, penyaluran PMN melalui FLPP memberikan manfaat bagi masyarakat karena memperluas akses pembiayaan rumah bersubsidi, sekaligus mendukung program pembangunan tiga juta rumah yang menjadi salah satu agenda pemerintah.

"Bagi pemerintah juga mendukung program tiga juta rumah dan juga mendorong sektor riil, yaitu multiplier dari pembangunan rumah," katanya.

Baca juga: SMF salurkan pendanaan ke lembaga pembiayaan Rp20,8 triliun pada 2025

Baca juga: SMF: Pendanaan rumah subsidi tetap terjaga di tengah ketidakpastian

Baca juga: SMF ubah pemukiman kumuh di Sangkrah jadi deretan rumah layak huni

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya