Jakarta, NU Online
NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infak, Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meresmikan penyaluran bantuan bidang pendidikan dan dakwah keagamaan berupa penyelesaian pembangunan Masjid Darul Falah di MAN 4 Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta, pada Rabu (24/6/2026). Program tersebut terlaksana melalui sinergi dengan Badan Pengelola Keuangan Haji.
Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU, Riri Khariroh, menyampaikan bahwa penyelesaian pembangunan masjid tersebut merupakan realisasi Program Kemaslahatan BPKH Tahun Anggaran 2025 dan 2026 dengan total nilai persetujuan sebesar Rp3.303.730.423. Anggaran tersebut mencakup paket pembangunan, pajak pertambahan nilai (PPN), pengawasan, serta management fee.
“Kegiatan ini termasuk ke dalam asnaf sarana prasarana ibadah, sejalan dengan pilar program NU Care Damai yang meliputi dakwah dan kemanusiaan,” ujar Riri.
Ia menjelaskan bahwa proses penyelesaian pembangunan masjid seluas 1.306,5 meter persegi tersebut berlangsung sejak November 2025 hingga Mei 2026. Bangunan dua lantai itu mencakup penyelesaian pekerjaan finishing interior dan eksterior masjid dengan total waktu pengerjaan sekitar delapan bulan.
“Kita sangat berharap penyelesaian masjid ini dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan baik karena menjadi salah satu fasilitas sekaligus sentra kegiatan sosial keagamaan yang ditunggu-tunggu oleh MAN 4 Kota Jakarta Selatan, baik untuk siswa, tenaga pendidik, maupun masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Badan Pelaksana BPKH, M. Arief Mufraini, menyampaikan bahwa pembangunan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemanfaatan dana kemaslahatan untuk mendukung pendidikan dan dakwah umat.
“Ini bagian dari asnaf yang terkait dengan pendidikan dan dakwah. BPKH memiliki kepentingan untuk ikut mengembangkan Masjid Darul Falah milik MAN 4 Kota Jakarta Selatan,” katanya.
“Sumber dananya berasal dari dana kemaslahatan yang pada akhirnya kembali kepada umat. Kami berharap masjid ini dapat menjadi sentra aktivitas pengembangan literasi dan pendidikan umat Islam,” sambungnya.
Kepala MAN 4 Kota Jakarta Selatan, M. Dodo Ridho, menjelaskan bahwa bangunan tersebut terdiri atas dua lantai. Lantai atas difungsikan sebagai masjid yang mampu menampung sekitar 1.300 jamaah, sedangkan lantai bawah digunakan sebagai aula serbaguna untuk berbagai kegiatan pendidikan dan kemasyarakatan.
“Aula serbaguna dapat digunakan untuk seminar, workshop, pengembangan kompetensi guru, dan juga bermanfaat bagi masyarakat umum untuk berbagai kegiatan,” ungkapnya.
Menurut Dodo, keberadaan Masjid Darul Falah tidak hanya memperkuat fasilitas pendidikan keagamaan, tetapi juga berperan dalam pembentukan karakter siswa melalui berbagai kegiatan ibadah dan kajian keislaman.
“Seperti melaksanakan shalat dhuha, shalat zuhur berjamaah, kajian kitab, dan berbagai kajian keislaman lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, masjid tersebut tidak hanya dimanfaatkan oleh peserta didik MAN, tetapi juga oleh siswa MTs dan MIN yang berada dalam satu kawasan pendidikan.
“Masjid ini bisa dimanfaatkan untuk shalat Jumat berjamaah oleh warga MAN, MTs, dan MIN, sekaligus masyarakat sekitar. Di kawasan MAN 4 Kota Jakarta Selatan ini memang terintegrasi antara MIN, MTs, dan MAN,” katanya.
Dodo menegaskan bahwa Masjid Darul Falah juga terbuka bagi masyarakat sekitar untuk berbagai kegiatan keagamaan, termasuk pelaksanaan Shalat Jumat, Shalat Idulfitri, dan Shalat Iduladha.

3 jam yang lalu
1




English (US) ·
Indonesian (ID) ·