Tentara Israel membawa peti mati Sersan Ohad Yaari saat upacara pemakamannya di Rehovot, Israel, 7 Juni 2026. Militer Israel mengumumkan pada 6 Juni, bahwa dua tentara tewas dalam insiden terpisah di Lebanon selatan.
REPUBLIKA.CO.ID, LEBANON SELATAN -- Satu prajurit IDF tewas terbunuh dan satu lainnya terluka dalam insiden yang disebut militer Israel sebagai "aktivitas operasional" di selatan Lebanon pada Rabu (24/6/2026). Dalam sebuah pernyataan pada Kamis (25/6/2026), pihak militer mengidentifikasi prajurit yang tewas itu adalah Sersan Kepala Basil Sweid (32), yang bertugas sebagai sopir.
Harian Yedioth Ahronoth mengutip pernyataan pihak militer yang mengatakan bahwa Basil tewas "dalam sebuah truk militer yang terguling di selatan Lebanon." Pihak militer Israel menambahkan, bahwa "dalam kecelakaan operasional itu, seorang prajurit IDF lainnya mengalami luka ringan."
Pada Rabu, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz bersumpah bahwa angkatan bersenjata mereka tidak akan meninggalkan wilayah pendudukan di selatan Lebanon, "bahkan jika Amerika Serikat menuntut penarikan pasukan."
Israel terus memperluas wilayah pendudukannya di selatan Lebanon, beberapa peristiwa pencaplokan terjadi selama puluhan tahun dan pendudukan lainnya terjadi selama perang 2023-2024. Selama serangan terakhir, pasukan Israel terus maju sejauh 10 kilometer masuk ke wilayah Lebanon.
Sejak 2 Maret 2026, agresi Israel telah menewaskan lebih dari 4.000 warga Lebanon, dan melukai 12 ribu lainnya. Sekitar satu juta warga Lebanon juga dilaporkan terusir dari tempat tinggal mereka, menurut data dari pemerintah Lebanon.

2 jam yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·