Rusia Wanti-wanti Negosiasi AS-Iran Jadi Kedok Operasi Militer

2 jam yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Dewan Keamanan Rusia memperingatkan negosiasi diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi menjadi kedok persiapan operasi militer darat terhadap Teheran, di tengah peningkatan signifikan kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah.

Otoritas keamanan Rusia menyebut Amerika Serikat dan Israel dapat memanfaatkan pembicaraan damai untuk menyiapkan langkah militer.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Amerika Serikat dan Israel dapat menggunakan pembicaraan damai untuk mempersiapkan operasi darat terhadap Iran," demikian pernyataan Dewan Keamanan Rusia melansir Turkiye Today, Rabu (15/4).

Rusia juga menyoroti peningkatan jumlah pasukan AS di kawasan tersebut. Berdasarkan data yang dikutip dari Komando Pusat Angkatan Darat AS, lebih dari 50 ribu personel militer Amerika saat ini telah ditempatkan di Timur Tengah.

Kekuatan itu mencakup sekitar 2.500 marinir, lebih dari 1.200 personel dari Divisi Lintas Udara ke-82, pasukan khusus Delta Force, hingga Resimen Ranger ke-75.

Selain itu, Rusia mencatat keberadaan sekitar 500 pesawat Angkatan Udara AS di berbagai pangkalan di Timur Tengah, termasuk lebih dari 250 pesawat taktis, serta lebih dari 20 kapal Angkatan Laut AS.

Tak hanya itu, dua kelompok tempur kapal induk juga dilaporkan bergerak menuju kawasan Laut Arab, yakni kelompok amfibi yang dipimpin kapal USS Boxer dan kelompok kapal induk bertenaga nuklir USS George H.W. Bush.

Menurut Dewan Keamanan Rusia, pergerakan tersebut bertepatan dengan berakhirnya gencatan senjata selama dua pekan, sehingga memicu kekhawatiran terkait eskalasi konflik.

Presiden AS Donald Trump disebut menyatakan bahwa pasukan tersebut akan tetap ditempatkan di dekat Iran hingga Teheran memenuhi sejumlah syarat dari Washington.

Rusia juga memperkirakan akan terjadi peningkatan aktivitas militer, termasuk penguatan persenjataan serangan dan pertahanan rudal, serta operasi intelijen dalam waktu dekat.

Peringatan ini mencerminkan kekhawatiran Moskow terhadap sikap militer Barat dan Israel terhadap Iran. Rusia selama ini diketahui menentang aksi militer terhadap Teheran dan mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi, khususnya terkait program nuklir Iran.

(lau/dmi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Baca Artikel Selengkapnya