Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Selasa, bergerak menguat 86 poin atau 0,51 persen menjadi Rp16.863 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.949 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa konflik dengan Iran sudah mendekati penyelesaian.
“Pernyataan tersebut membantu meredakan sebagian kekhawatiran investor terhadap potensi konflik berkepanjangan yang sebelumnya dikhawatirkan dapat mengganggu pasokan energi global serta menekan prospek pertumbuhan ekonomi dunia,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.
Mengutip Kyodo, Trump mengatakan perang dengan Iran yang hingga kini masih berlangsung diperkirakan akan "segera berakhir", tetapi membantah berakhir pada pekan ini.
Baca juga: BRI terbitkan SBK Rp500 M sebagai alternatif pendanaan jangka pendek
Pernyataan Trump muncul setelah Iran memilih Ayatullah Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru mereka setelah sang ayah, Ayatullah Ali Khamenei, gugur dalam gelombang pertama serangan gabungan AS-Israel.
Mojtaba Khamenei dikenal karena kedekatannya dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Naiknya Mojtaba ke tampuk kekuasaan menimbulkan kekhawatiran di sebagian besar negara bahwa perang, yang memasuki pekan kedua, dapat semakin menggoyahkan kawasan Timur Tengah dan langsung berdampak pada ekonomi global.
Kendati bersikeras bahwa AS telah mencapai keberhasilan militer yang "belum pernah terjadi sebelumnya", Trump mengaku "kecewa" dengan terpilihnya pemimpin tertinggi baru Iran. "Kami pikir ini hanya akan menyebabkan masalah yang sama untuk negara ini," katanya.
“Koreksi pada indeks dolar AS memberikan ruang bagi sejumlah mata uang, termasuk rupiah, untuk bergerak lebih stabil dan cenderung menguat,” kata Amru.
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·