Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap mampu menembus level 10.000 pada tahun ini meski kinerjanya tengah mengalami pelemahan.
Menurut Purbaya, volatilitas IHSG yang terjadi saat ini disebabkan oleh sentimen negatif perekonomian global.
Menkeu menjelaskan kepada wartawan di Jakarta, Jumat, bahwa kinerja IHSG akan membaik seiring dengan menguatnya fundamental perekonomian nasional.
Maka dari itu, fokusnya saat ini lebih berpusat pada upaya menjaga kinerja perekonomian dibandingkan IHSG.
Baca juga: BEI resmi implementasikan kuotasi "liquidity provider" saham
“Kalau ekonominya bagus, nanti (IHSG) naik cepat. Makanya fokus saya adalah jaga itu (ekonomi), bukan jaga IHSG. Karena IHSG akan menyesuaikan secara otomatis ke fundamental ekonominya,” kata Purbaya.
Sebagai catatan, IHSG pada perdagangan Jumat sore ditutup melemah 249,12 poin atau 3,38 persen ke posisi 7.129,49. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 25,12 poin atau 3,51 persen ke posisi 690,76.
Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah menjelang penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah yaitu sektor barang konsumen non primer turun paling dalam minus sebesar 4,14 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor barang energi yang turun masing-masing 4,03 persen dan 3,82 persen.
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·